Shopback Dapat Suntikan US$ 25 Juta dari Investor Jepang

Shopback mengumumkan baru saja mendapatkan pendanaan sebesar US$ 25 juta. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Credit Saison, yang merupakan perusahaan kartu kredit dan ritel keuangan terbesar di Jepang.

Tidak hanya itu, masih ada lebih dari 10 investor institusional yang turut berpartisipasi dalam pendanaan tersebut, di antaranya Blue Sky, Intouch Holdings PLC, Qualgro, Soft Bank Ventures Korea dan AppWorks.

Dalam siaran persnya, Shopbcak mengungkapkan kini total dana perusahaan meningkat mendekati US$ 40 juta atau sekitar Rp 540 miliar. Sebelumnya, startup yang baru saja berumur tiga tahun telah mendapat pendanaan lebih dari US$ 1 juta. Pendanaan di putaran terbarunya ini direncanakan akan digunakan untuk mengembangkan tiga area, yaitu mendatangkan sumber daya manusia tingkat dunia, meluncurkan fitur produk terbaru dan memperbesar pangsa pasar.

Hingga saat ini, ada 1.000 transaksi setiap jam di Shopback, dengan angka penjualan tahunan lebih dari US$ 300 juta untuk lebih dari 1.300 mitra yang bergerak dalam penjualan online, travel dan produk/jasa gaya hidup lainnya. Layanan e-commerce ini juga telah memiliki 3,5 juta pelanggan yang ada di enam negara di Asia Pasifik.

“Model bisnis ShopBack dibangun bertepatan dengan momentum pertumbuhan ecommerce di Asia Pasifik, sehingga langsung mendapat tempat di industri ini,” ujar Sean Lee, Partner dari Soft Bank Ventures Korea. Menurut Sean, salah satu kunci keberhasilan Shopback dalam bisnis ini adalah, solusi penjualan hemat biaya bagi para mitra pedagangnya.

“Tim dari ShopBack sudah menunjukkan kemampuannya dalam membangun wadah bagi pengguna setianya secara berkelanjutan dan terukur, di mana hal ini merupakan tulang punggung bagi kesuksesan semua bisnis. Kami sangat percaya bahwa seluruh tim dapat menyampaikan visinya, karena itu kami pantau terus selama 18 bulan setelah investasi awal,” ujar Sean.

"Kecepatan dan orientasi hasil adalah kunci dalam hal ini, dan slogan ShopBack tentang"fail fast, learn fast, and literate faster", telah membuat mereka dengan cepat menjadi platform regional 'Cara Cermat' untuk berbelanja secara online," ujar Heang Chhor, Managing Partner Qualgro.

Hadirnya ShopBack di enam negara didukung oleh sebuah tim yang terdiri dari 130 orang. Tim manajemen ini berasal dari latar belakang ecommerce dan bidang teknologi dengan pengalaman menjalankan perusahaan di berbagai wilayah. Salah satu contohnya adalah Indra Yonathan, Co-Founder Shopback Indonesia & Country Head of Indonesia. Setelah membangun bisnis konsultasi rekrutmen Michael Page di Indonesia, Yonathan kemudian memulai proyek Android One di Asia Tenggara sebelum kemudian mengasah kemampuannya di Lazada Indonesia, menjadi Ketua Harbolnas 2015 hingga pada akhirnya membangun ShopBack Indonesia hingga saat ini.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)