Siloam Incar Pangsa Pasar 10%

PT Siloam International Hospitals Tbk boleh jadi yang paling agresif selama 5 tahun terakhir. Dari hanya punya 4 rumah sakit Siloam, kini anak usaha Grup Lippo itu telah memiliki 22 rumah sakit, dua diantaranya masih menunggu izin operasi.

“Jika dilihat dari kapasitas (4.800) tempat tidur, kami di angka 8-9%. Kami berambisi punya 10.000 tempat tidur dalam 2-3 tahun ke depan dan meraih 10% market share,” kata Romeo Fernandez Lledo, Group President Director Siloam Hospitals.

Jaringan rumah sakit Siloam terentang dari ujung Barat hingga Timur Indonesia. Pulau Jawa memiliki 10 Rumah Sakit, Sumatera (3 RS), Bali (3 RS), Sulawesi (2 RS), Kalimantan (1 RS), dan Nusa Tenggara Timur (1 RS). Total ada 4.800 tempat tidur, 900 VIP Suites, 320 perawatan kritis, 70 unit perawatan intensif neonatal. Itu belum termasuk kamar bedah sebanyak 55 ruangan.

 Romeo F Lledo ‎President Director at PT Siloam International Hospitals, Tbk Romeo F Lledo ‎President Director at PT Siloam International Hospitals, Tbk

Dengan tim medis berkualitas, yang terdiri dari 400 dokter umum, 1.800 dokter spesialis, 7.200 perawat, asisten kesehatan, serta teknisi dan staf pendukungnya, Siloam kini melayani sekitar 2 juta pasien setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut , 15% adalah pasien BPJS, 55% pasien reguler, dan 30% pasien asuransi.

Siloam membutuhkan 60-70 dokter untuk menjalankan sebuah rumah sakit. Dari jumlah itu, hanya 20-30 dokter yang full-timer. Sisanya, part-timer. Untuk mencari perawat, bisa lewat Sekolah Keperawatan. Mereka yang terbaik diberi beasiswa dan masih harus menjalani training sebelum penempatan.

“Visi kami adalah menyediakan layanan yang terjangkau dan mudah diakses. Kami dapat melayani berbagai kalangan mulai dari warga miskin hingga kelas atas. Kami juga melayani pasien BPJS,” ujarnya.

Rumah Sakit Umum Siloam (RSUS) didesain khusus untuk melayani pasien BPJS kelas dua dan tiga dengan kapasitas 300 tempat tidur. Rumah sakit ini mampu melayani 100% pasien BPJS. Bandingkan dengan rumah sakit lain yang hanya menyediakan kapasitas 40-60 tempat tidur untuk pasien BPJS.

“Hingga saat ini, 15-20% dari seluruh pasien di jaringan rumah sakit Siloam adalah peserta BPJS. Untuk revenue, pasien BPJS memberi kontribusi mendekati 15% dari total pendapatan Siloam,” ujarnya. (Reportase: Jeihan Kahfi Barlian)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)