Siloam Targetkan Miliki 50 Rumah Sakit Hingga 2017

PT Siloam International Hospitals Tbk, pengelola jaringan Rumah Sakit Siloam, tak henti berekspansi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia. Kini, sudah ada 20 Rumah Sakit Siloam yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Targetnya, 50 rumah sakit hingga tahun 2017 mendatang. Pada tahun 2016, RS Siloam di Papua, tepatnya di Sorong sudah akan beroperasi.

“Kami sudah ada 20 rumah sakit, berarti kurang 30 lagi. Sekarang, kami sudah secure 24 lokasi, 12 di antaranya sudah berjalan konstruksinya. Selain itu, kami juga berencana mengakusisi 2 rumah sakit setiap tahunnya. Jadi, target akuisisi hingga 2017 ada 6 rumah sakit,” kata Anang Prayudi, Network Development Director PT Siloam International Hospitals Tbk.

Managing Director/Chief Operations Officer PT Siloam International Hospitals Tbk,  Andry Managing Director/Chief Operations Officer PT Siloam International Hospitals Tbk, Andry

Menurut dia, ke-20 RS Siloam itu tersebar di Yogyakarta; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Bau Bau, Sulawesi Tenggara; Jember, Jawa Timur; Sorong, Papua Barat; Lubuk Linggau, Sumatera Selatan; Bogor, Jawa Barat; Ambon, Maluku; Bangka; Srondol, Semarang, Jawa Tengah; Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan; Bandung; dan Aceh. “Yang akan beroperasi pada tahun ini, ada 6 rumah sakit, yaitu Yogyakarta; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Bau Bau, Sulawesi Tenggara; Jember, Jawa Timur; dan dua lagi dari akusisi,” ujarnya.

Managing Director/Chief Operations Officer PT Siloam International Hospitals Tbk, Andry menjelaskan, perseroan menyiapkan dana investasi sekitar US$ 25 juta untuk mendanai tanah dan bangunan, serta peralatan medis untuk setiap satu RS Siloam. Jumlah tersebut belum termasuk kontribusi dari Grup Lippo.

“Untuk 2013-2014, pertumbuhan GOR kami 33% atau sekitar Rp3,3 triliun. Untuk 2014-2015 kami menargetkan naik 47%. Sedangkan untuk EBITDA pada 2013-2-14 kami naik 56% atau sekitar Rp466 miliar. Untuk 2014-2015 kami targetkan naik 86%. Jadi, untuk 2015 kami targetkan kumulatif angka Rp4,9 triliun,” katanya.

Managing Director/Chief Operations Officer PT Siloam International Hospitals Tbk,  Andry Managing Director/Chief Operations Officer PT Siloam International Hospitals Tbk, Andry

Tak hanya pengobatan, lanjut dia, RS Siloam juga mengembangkan teknik preventif lewat medical check up. Masyarakat melakukan cek rutin kondisi kesehatan bertujuan untuk menghindari penyakit, terutama jenis-jenis penyakit yang diwariskan seperti diabetes, jantung, darah tinggi. Dengan melakukan pencegahan, masyarakat diajarkan untuk tidak pasrah pada keadaan dan bisa terus meningkatkan kondisi kesehatannya menjadi jauh lebih baik. Yang juga tidak kalah penting adalah cek jantung untuk mencegah terjadinya penyakit mematikan, yakni jantung koroner.

“Kalau ditemukan penyumbatan, ya diobati dulu. Kemudian, juga ada vaksinasi, imunisasi, pemeriksaan ibu hamil. Ya, preventif medicine ini perlu dikembangkan. Bagaimana agar orang tidak sakit. Jangan semakin banyak jumlah penduduk, mereka yang sakit juga bertambah,” ujarnya.

Untuk meningkatkan layanan kesehatan, RS Siloam juga melayani pasien BPJS. Dengan jumlah peserta sekitar 150 juta orang, ini adalah peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Saat ini, jaringan RS Siloam yang sudah bisa melayani pasien BPJS adalah RS Siloam di Manado, Balikpapan, Makassar, Bali, Jambi, Jakarta, Kupang, Semanggi, dan lainnya. Yang belum mendapat izin adalah RS Siloam di TB Simatupang dan Kebon Jeruk.

“Bayangkan, mana ada asuransi kesehatan di dunia yang sebesar BPJS, yang anggotanya saat ini mungkin sudah lebih dari 160 juta jiwa. Presiden Joko Widodo sudah memberikan kartu sehat lebih dari 85 juta. Itu belum termasuk warga yang masuk golongan mampu. Juni 2015, seluruh karyawan juga harus menjadi peserta BPJS,” katanya. (Reportase: Destiwati Sitanggang)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)