Sinergi Pertanian dan Lingkungan Tentukan Ketahanan Pangan

Peningkatan populasi dunia yang diproyeksikan mencapai 9 miliar pada tahun 2050 berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan pangan sebesar 70%. Sementara pada saat yang sama, tekanan pada lingkungan yang disebabkan ekspansi pertanian untuk produksi pangan juga akan bertambah. Dalam hal ini ada keterkaitan erat antara pertanian dan lingkungan.

IMG_5622

Arif Daryanto, dosen IPB, menyampaikan bahwa pangan, energi, dan iklim merupakan hal yang saling terkait. “Pada indeks ketahanan pangan, Indonesia menduduki peringkat 5 ke atas di ASEAN, namun beberapa kendala di sektor pertanian juga cukup menantang. Oleh karena itu kemitraan dan kolaborasi adalah salah satu langkah untuk mengatasi masalah ketahanan pangan,” ujarnya.

Dari sudut pandang LSM Lingkungan, Ketut Sarjana Putra, Vice President Conservation International Indonesia, menjelaskan, dibutuhkan sebuah pendekatan baru yang menekankan peran fundamental dari lingkungan, di mana ekosistem yang sehat dan keanekaragaman hayati berperan dalam menyokong produksi pertanian.

Ketut juga menyoroti tentang saling ketergantungan antara pertanian dan lingkungan, bahwa manusia tidak dapat menghasilkan pangan secara berkelanjutan tanpa melindungi alam, dan sebaliknya bahwa manusia tidak dapat melindungi alam tanpa memproduksi pangan secara berkelanjutan.

Saat ini terdapat beberapa praktik pertanian oleh petani kecil di daerah penyangga yang harus diarahkan menuju praktik pertanian berkelanjutan/sistem agroforestry untuk mencegah deforestasi dan hilangnya jasa ekosistem. “Praktik-praktik keberlanjutan di sektor pertanian merupakan upaya penting dalam berkontribusi pada kelangsungan hidup manusia,” ujar Shinta W. Kamdani, Presiden IBCSD. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)