Sinergi Unpad dan Pupuk Indonesia

Mengutip Koes Plus, Indonesia sebenarnya adalah tanah surga. Tanaman apa saja bisa tumbuh di negeri nan indah ini. Tapi, saat ini pemerintah justru dihadapkan pada masalah ketahanan pangan. Pilihan paling mudah, tentu saja impor.

Unpad menggandeng PT Pupuk Indonesia untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk mewujudkan ketahanan pangan di Tanah Air. Aspek ini dibutuhkan untuk mengoptimalkan berbagai teknologi dan keilmuan di sektor pertanian, termasuk penyiapan SDM di bidang keilmuan lainnya.

“Bicara ketahanan pangan tidak berbicara di satu sektor saja, tetapi berbicara diversifikasi nantinya,” ujar Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, saat membuka Seminar Nasional Pemetaan Kualitas Tanah di Indonesia untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor.

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, dan Direktur SDM & Tata Kelola PT Pupuk Indonesia, Drs. Ahmad Tossin Sutawikara, Ak., MM., usai penandatanganan Nota Kesepahaman dan Piagam Kerja Sama di Bale Sawala Unpad, Jatinangor Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, dan Direktur SDM & Tata Kelola PT Pupuk Indonesia, Drs. Ahmad Tossin Sutawikara, Ak., MM., usai penandatanganan Nota Kesepahaman dan Piagam Kerja Sama di Bale Sawala Unpad, Jatinangor

Menurut dia, sektor pangan dan pertanian harus tetap berlanjut. Namun, upaya pengembangan sumber daya alam ini tidak hanya terfokus pada pemenuhan kebutuhan manusia tetapi dapat mempertahankan kelestarian alam.

Salah satu aspek yang terkait dengan ketahanan pangan adalah kualitas tanah dan pupuk. Para produsen pupuk harus mampu mengembangkan produk yang mendukung konsep pembangunan berkelanjutan. Kerja sama dengan akademisi tepat untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kerja sama transdisiplin ini yang akan terus kita dorong ke depan. Kita yakin PT. Pupuk Indonesia tidak akan bekerja sendiri kalau tidak mendapat dukungan dari sektor keilmuan lainnya,” kata Tri Hanggono.

Pupuk Indonesia meneken Nota Kesepahaman dan Piagam Kerja Sama (PKS) dengan Unpad. Bentuknya adalah penyelenggaraan aktivitas pendidikan bagi jajaran staf Pupuk Indonesia di Fakultas Pertanian Unpad serta kerja sama penelitian di bidang pertanian.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan secara desk to desk antara Rektor Unpad dengan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat. Sementara penandatanganan PKS dilakukan oleh Dekan Faperta Unpad, Dr. Ir. Sudarjat, M.P., dengan Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia, Drs. Achmad Tossin Sutawikara, Ak., M.M.

Selain dua kerja sama tersebut, Rektor Unpad juga mendorong terselenggaranya open extended campus. “Dengan pola open extended campus, sekolah jangan lama-lama berada di kelas. Maka, konteks pentingnya, berbagai riset dari mereka yang sekolah di Unpad harus mampu memberikan dampak kuat pada masyarakat,” kata dia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)