Sistem Finansial Tertutup Dilakukan, Bank Pasti Kucurkan Pembiayaan

Hanawijaya, Direktur Bank Syariah Mandiri, berpendapat bahwa perbankan pasti akan memberikan pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), asalkan produk yang dihasilkannya ada yang membeli. Pandangan ini dilontarkannya mengingat banyak penilaian bahwa bank sulit memberikan permodalan bagi jenis usaha ini.

Hanawijaya, Direktur Bank Syariah Mandiri

“Jadi, bank itu pasti akan masuk kepada satu sektor apapun, kalau sistem finansial tertutup. Maksudnya, kita memiliki keyakinan bahwa output dari nasabah kita ada yang membeli,” sebut Hanawijaya, di Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Dijelaskan dia, perusahaan yang baru dibentuk (start-up) pasti sulit mendapatkan bantuan permodalan dari perbankan. Paling tidak, kata dia, suatu usaha harus berjalan dalam waktu dua tahun untuk bisa mengajukan permohonan bantuan modal dari perbankan.

Akan tetapi, kalau start-up dikelola dengan sistem finansial tertutup, bank kemungkinan akan berani menggelontorkan dana bagi usaha itu. Artinya, perusahaan pemula itu mempunyai perusahaan besar sebagai mitranya yang bisa membeli produk yang dihasilkan (off taker). “Kalau start-up di-manage melalui close financial system bank jadi berani. Karena dia melihat off taker company-nya,” tegas dia.

Contoh lebih lanjut, ia pun menyebutkan bahwa BSM dengan Perhutani sedang melakukan penjajakan untuk sebuah tanaman yang bisa diekspor ke Jepang sebagai makanan pengganti tepung. Hanawijaya mengatakan, kegiatan itu melibatkan kelompok tani, di mana nantinya hasil dari petani dibeli oleh Perhutani.  Dikatakan dia, dengan adanya kepastian bahwa produk petani dibeli oleh perusahaan besar, maka bank pun merasa yakin dalam membantu petani.  “Dan kita nggak perlu jaminan yang besar, karena ada keyakinan bank bahwa produknya itu dibeli oleh perusahan besar,” imbuhnya.

“Jadi, kalau bisa pemerintah mendorong upaya-upaya linkage antara pengusaha besar dan kecil. Pengusaha besar itu kan berkepentingan mendapatkan sustainability dari bahan bakunya, pasti bank mau membiayai,” lanjut Hanawijaya menegaskan.

Selain memberikan kepastian bagi bank untuk melakukan pembiayaan, sistem finansial tertutup juga bisa meningkatkan jumlah wirausahawan. Karena jumlah wirausahawan di Tanah Air saat ini masih dibawah 1 persen dari jumlah penduduk. Caranya, dia menjelaskan, perusahaan seharusnya membagi tugas antara bagian hulu dan hilirnya, di mana bagian hulu diserahkan kepada para wirausahawan. Dengan begitu, jumlah wirausahawan pun bisa bertambah.

“Oleh karena itu, untuk menumbuhkan pemain-pemain baru di level bawah supaya strong kita punya pondasi ekonomi, pengusaha-pengusaha besar itu harus memiliki satu affirmative action dalam rencana kerjanya untuk melibatkan sebanyak-banyaknya chain di bawah, tetapi yang di-manage, jangan dilepas, apalagi dengan konsinyasi. Nah, itu bank pasti mau membiayai,” tandas dia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)