Smart Grid Upaya Mendukung Smart City

Charbel Aoun-Senior Vice President, Smart Cities, Schneider Electric dan Riyanto Mashan, Country President Schneider Electric Indonesia. Charbel Aoun-Senior Vice President, Smart Cities, Schneider Electric dan Riyanto Mashan, Country President Schneider Electric Indonesia.

Urbanisasi, sustainablity, dan digitalisasi adalah tiga hal utama yang menjadi fokus bagi pembangunan Indonesia. Maklum, jumlah penduduk yang semakin meningkat, ditambah buruknya pengelolaan air, listrik, banjir, dan sebagainya.

Selain itu, era teknologi yang sudah dimulai sejak munculnya internet ini, di satu sisi  memudahkan mobilitas dan pekerjaan manusia, akan tetapi di sisi lain masih banyak masyarakat Indonesia yang masih tergolong miskin dan tidak memiliki akses terhadap informasi dan pembangunan. Ketiganya menjadi tantangan bagi Indonesia. Khususnya jika ingin mewujudkan Smart City.

Menjawab tantangan tersebut ada beberapa hal yang harus direspons oleh pemerintah. Charbel Aoun-Senior Vice President, Smart Cities dari Schneider Electric, menyebutkan,  perlu ada “sensing and action”. Indonesia harus jeli terhadap permasalahan yang ada di negaranya kemudian mengambil aksi. Ada 6 hal yang perlu dilakukan sebagai bentuk respon terhadap tantangan tersebut, yaitu pembangunan energi listrik, karena saat ini baru 84 persen wilayah Indonesia yang 'terlistriki'.

Kedua, untuk membiayai pembangunan tersebut pemerintah harus menginvestasikan sebesar US$ 84 miliar. Sayangnya sampai saat ini kemampuan pemerintah baru sepertiganya. Ketiga, membangun jalan sebagai penghubung untuk mempermudah sistem logistik dan transportasi. Keempat, pembangunan 5000 km rel kereta api, 50 bendungan, dan pembangunan airport dan seaport untuk memperlancar distribusi barang.

Dari keenam hal tadi, pembangunan energi listrik sedang menjadi sorotan. Rencana pembangunan 35 ribu MW merupakan bentuk kerja sama Indonesia dengan Schneider Electric untuk mendukung konsep Kota Pintar. Schneider Electric merupakan perusahaan global di bidang pengelolaan energi yang menawarkan solusi, software, dan pelayanan untuk sistem infrastruktur.

“Solusi untuk diterapkan di Indonesia yaitu Smart Grid, di mana dicanangkan program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Jaringan listrik yang mampu mengintegrasikan kegiatan semua pengguna listrik menjadi sangat penting, mulai dari pembangkit hingga distribusinya ke konsumen agar penggunaannya dapat diatur dengan efisien, berkelanjutan, ekonomis, dan aman. Pengelolaan ini untuk mendukung kota pintar,” ungkap Riyanto Mashan, Country President Schneider Electric Indonesia.

Untuk mewujudkan itu diperlukan IT, dan OT, infrastruktur, dan platform. Menurutnya, untuk Jakarta sebagai Smart City sendiri difokuskan pada safety dan kontinuitas, di mana data center yang ada nantinya harus diimbangi dengan ketersediaan listrik yang baik sehingga tidak mengganggu pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu perlu awareness melalui edukasi kepada masyarakat. “Nantinya proyek 35 ribu MW rencananya harus selesai akhir tahun 2019 sebelum pergantian kabinet. Jadi ditargetkan pembangunan 7.000 trafo/tahun sebesar 5000 MW. Untuk ini perlu penanganan yang handal karena kami membangun secara paralel,” kata Riyanto. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)