Upaya Smart Health Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Mewujudkan kota cerdas tidak hanya melalui peningkatan teknologi,  tetapi juga dari kapasitas sumber daya manusia yang  sehat jasmani maupun rohani. Dan isu kesehatan merupakan bagian dari urgensi MDGs, seperti mengurangi angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu hamil, mencegah penularan HIV AIDS, malaria, dan penyakit lainnya.

Dalam UUD RI Pasal 28 H dan 28 I disampaikan bahwa negara harus menjamin hidup semua warga negaranya, termasuk warga negara kota dengan memberikan pelayanan yang tepat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, air bersih, dan lain-lain.

20150422_113709

“Salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan adalah adanya kesenjangan antara kota dengan daerah kumuh (slum area). Hal ini harus diantisipasi dengan strategic framework untuk meningkatkan kesehatan masyarakat miskin di daerah urban,” ujar Ir. Ahyani M.A, Head of Development Planning Agency at Sub-National Level- Surakarta, Indonesia.

Ahyani menambahkan, terdapat trends of urban health yang menjadi penyebab timbulnya masalah kesehatan seperti, polusi lingkungan, penyakit transmisi seksual, penyakit mental, sampai kecanduan obat-obatan.

Ditemui saat menjadi pembicara di Smart City Summit 2015, Rahman Rustan, Corporate Secretary  PT Biofarma Indonesia, menambahkan bahwa di Indonesia ada lebih dari 200 perusahaan vaksin yang jika dioptimalkan akan dapat berkontribusi untuk pengembangan Smart Health.

Biofarma memiliki program Green Process yang terdiri dari manajemen sampah, clean room, sampai energy saving program. Hal ini telah dilakukan biofarma lewat optimalisasi proses produksi yang meliputi pengoptimalisasi proses produksi dan efisiensi volume dengan mengkonsentrasikan proses yaitu dengan meningkatkan kapasitas produksi, pengurangan energy, air, sampah, dan kemasan, serta inovasi proses produksi bernama PENTA-BIO.

Dia juga menjelaskan kalau industri kesehatan harus menjalin kerja sama dengan pemerintah dan pihak asing untuk meningkatkan kualitas perusahaan lewat kolaborasi penelitian domestik dan internasional. “Teknologi komunikasi dan informasi juga harus dilakukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Misalnya dengan memanfaatkan smartphone untuk membuat Kartu Imunisasi Digital agar dapat memberitahukan orang tua mengenai jadwal imunisasi bayi dan sebagainya,” tambahnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)