Pro Pengusaha, Hipmi Beri Jempol Untuk Jokowi-JK

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo –Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang telah merealisasikan sebanyak tiga aspirasi dunia usaha, terutama yang diperjuangkan Hipmi.

“Tahun 2015, ekonomi kita melambat. Permintaan melambat. Konsumsi melambat, perdagangan melambat dan berdampak pada melambatnya kinerja di sektor UKM dan kewirausahaan. Sebab, UKM dan kewirausahaan dan UKM ini rata-rata mainnya di hilir,” ujar Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia dalam rilisnya.

hipmi

Tiga kebijakan itu adalah: pertama, pemerintah membatasi nilai pengerjaan proyek pemerintah oleh kontraktor besar dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 50 miliar. Untuk proyek sebesar Rp 50 miliar ke bawah tak boleh lagi dikerjakan oleh kontraktor swasta besar dan BUMN. Sebab, proyek-proyek tersebut diserahkan kepada kontraktor UKM dan pengusaha daerah atau lokal.

“Kami tidak ingin lagi pengusaha kecil dan daerah hanya jadi penonton. Mereka harus jadi pemain di daerahnya sendiri. Sebab itu daerah mereka dan mereka ingin membangun daerahnya sendiri,” katanya.

Kedua, pemerintah menurunkan suku bunga pinjaman (lending rate) Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 23% menjadi 12%. Bahkan, tahun 2016, diturunkan menjadi single digit yakni 9% per tahun. Untuk program ini pemerintah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 sebesar Rp 30 triliun.

Terakhir, pemerintah menaikkan plafon pinjaman KUR tanpa agunan dari Rp 10 juta menjadi Rp 25 juta. “Jadi ini sebenarnya paket lengkap untuk KUR yakni bunganya single digit dan tanpa agunan sampai Rp 25 juta,” ujarnya.

Target penyaluran KUR ditingkatkan menjadi berkisar Rp 100 triliun sampai Rp 120 triliun pada tahun ini. Selain meningkatkan target penyaluran, mulai 2016 tingkat suku bunga KUR dipangkas dari 12% menjadi 9% per tahun.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)