Solusi Tidur Sehat dengan Matras My Side

Tidur yang sehat menjadi investasi kesehatan dan meningkatkan produktivitas. Untuk tidur sehat dibutuhkan matras yang nyaman. Dan matars My Side menjawab kebutuhan itu. Mengapa harus My Side?

Bertempat di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pada 22 Maret 2013 lalu, Massindo Group berhasil 'menyulap' salah satu ruangan gedung menjadi bak arena pameran springbed. Sejumlah matras dengan berbagai tipe dipajang berjajar memenuhi ruangan. Beberapa SPG yang cantik dan ramah pun siap melayani pertanyaan pengunjung yang penasaran tentang produk baru matras My Side yang diluncurkan Massindo saat itu.

Puluhan wartawan mendapat kesempatan pertama menyaksikan seremonial launching matras premium tersebut. Setelah itu, pelanggan dan mitra bisnis Massindo menyusul. Baik media maupun tamu undangan mendapat kesempatan untuk mencoba dan merasakan langsung kenikmatan rebahan di atas matras My Side.

Jeffri Massei, Dirut Massindo Group (no.3 dari kiri)

Sebelum berbaring di matras, Bapak dan Ibu dipersilakan mengisi data terlebih dulu di komputer yang tersedia,” ujar Eka, salah seorang SPG mengarahkan tamu undangan. Data yang harus diinput adalah nama, jenis kelamin, usia, masalah nyeri yang sering terasa pada tubuh, serta posisi tidur kesukaan misalnya miring kiri, kanan atau terlentang.

Setelah berbaring di atas matras, maka matras itu bekerja mengukur besarnya massa tubuh dan menentukan tipe matras mana yang cocok. Selanjutnya, beberapa menit kemudian, hasil analisa akan tercetak dan bisa menjadi panduan calon konsumen untuk membeli jenis matras yang dibutuhkan oleh tubuh masing-masing.

Kalau saya cocoknya matras yang agak keras, sedangkan isteri saya yang lebih soft. Kebutuhan kami dapat disatukan dalam sebuah matras My Side. Inilah keunggulan produk My Side, kita menjadi tidak egois terhadap pasangan tidur,” ujar Dr. AB.Susanto kepada SWA saat dihubungi di tempat terpisah. Founder sekaligus owner PT Jakarta Consulting Group ini mengaku telah membeli produk My Side awal Maret 2013 seharga Rp 60 juta. Dia mengenal produk My Side saat diundang langsung untuk berkunjung ke showroom My Side di Jakarta.

Dijelaskan Susanto, tidur merupakan kegiatan yang penting bagi manusia. Apalagi untuk orang-orang yang sudah lanjut usia seperti dirinya membutuhkan waktu tidur lebih lama dan berkualitas, karena gampang capek. “Selain kedamaian hati, tidur yang nyaman dan pulas dapat ditunjang oleh fasilitas bed atau matras yang bermutu,” tambah eksekutif yang menghabiskan waktu tidur 7-8 jam dalam sehari itu.

Menurut Susanto, dengan teknologi bedMATCH, pengukuran diagnostik kebutuhan matras seseorang lebih akurat. Maklum, teknologi yang ditawarkan produsen matras Kingsdown yang sudah berusia 100 tahun ini ditemukan setelah melalui rangkaian penelitian terkait tidur, 'Mattress Matters' yang dilakukan oleh Institut Sleep to Live. Jadi, bukan teknologi asal-asalan dengan riset sembarangan.

Susanto memuji inovasi teknologi bedMATCH. “Sebelumnya matras saya sudah berkualitas super. Namun, baru di My Side, saya menjumpai ada diagnosa kebutuhan matras melalui input data pribadi ke komputer, sehingga layanannya bersifat tailor made,” dia menegaskan. Sayangnya, Susanto tidak bisa menyebutkan seri atau warna matras My Side yang dibelinya. “Soalnya waktu beli nggak begitu memperhatikan soal warna, terus tiba di rumah langsung ditutup sprei. Jadi, lupa. Yang penting matrasnya menyehatkan dan nyaman,” tukas kolektor berlian dan batu-batu berharga ini

Opini Susanto dikuatkan oleh Jeffri Massie, Presiden Direktur Massindo Group. “Matras My Side adalah kasur dengan dua zona tidur individu dan empat struktur pendukung postur yang berbeda,” ujar lelaki berkacamata ini. Ada 5 pilihan jenis matras yang ditawarkan: seri 2, 4, 6, 8 dan 10 dengan deferensiasi pada tingkat kebutuhan dan kenyamanan yang diinginkan oleh konsumen. Harganya dibanderol mulai Rp 15 juta hingga Rp 60 juta.

Lantas, apa saja manfaat menggunakan matras My Side? Menurut pria 62 tahun ini, selama tiga bulan terakhir tidur di atas matras My Side, badannya menjadi lebih bugar saat bangun pagi. Alhasil, pakar manajemen ini pun dapat beraktifitas lebih lancar. Dengan kata lain, dibantu matras berkualitas, bekerja pun lebih produktif meski usia tidak muda lagi.

Di mata ahli kesehatan, produktivitas kerja dapat ditingkatkan melalui pola tidur yang sehat atau berkualitas. Nah, tidur berkualitas ditentukan oleh pikiran dan kenyamanan. Kenyamanan bisa diperoleh dengan tidur di atas matras yang tepat. Ironisnya, memilih matras yang tepat seringkali diabaikan orang karena dianggap buang-buang waktu, padahal itu penting.

Cara memilih matras yang tepat bukan diduduki atau ditepuk-tepuk bed-nya. Namun, Anda harus berbaring di atas matras itu selama 10 menit lalu rasakan nyaman atau tidak. Idealnya matras itu tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk,” tegas Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, praktisi kesehatan tidur, konsultan utama Sleep Disorder Clinic - RS. Mitra Kemayoran, Jakarta.

Andreas yang juga pendiri @IDTidurSehat dan penulis buku Ayo Bangun! ini menambahkan, ada tiga tips memilih matras yang ideal. Pertama, pilih matras yang nyaman. Artinya, matras itu dapat menopang tulang punggung agar tetap tegap saat tidur baik posisi terlentang maupun miring. Kedua, jangan pilih matras yang bahannya panas, karena membuat Anda tidak betah berlama-lama untuk istirahat. Ketiga, jangan pelit beli matras berkualitas. Sebab, matras kategori ini bisa dibilang investasi kesehatan jangka panjang. Apalagi, matras biasanya digaransi 10-15 tahun.

Jeffri Massei, Dirut Massindo Group

Pentingnya tidur sehat

Tidur adalah langkah cerdas untuk meningkatkan produktivitas. Sebab kemampuan kognitif, mental, stabilitas emosional dibangun justru pada saat kita tidur,” jelas Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, konsultan utama Sleep Disorder Clinic - RS Mitra Kemayoran, Jakarta dan anggota American Academy of Sleep Medicine, ini.

Namun, kata Andreas, selama ini masyarakat 'salah kaprah'. Seringkali tidur dianggap sebagai sikap malas-malasan dan fase yang tidak aktif. “Jika ingin produktif, maka tidurlah dengan sehat,” dia menyarankan. Wajarlah, karena saat tidur, tubuh kita memperbaiki sel-sel yang rusak dan mengisi kembali energi.

Gangguan atau penyakit tidur berdampak buruk pada penurunan fungsi-fungsi manusia. Mulai dari kesehatan, kemampuan kognitif, stabilitas emosional hingga performa seksual. Sayang, jika selama ini kita hanya mencari solusi dari luar dalam bentuk berbagai stimulan, obat atau herbal penambah stamina tanpa intropeksi diri dengan pencegahan diri yang alam. Salah satunya melalui tidur berkualitas dengan menggunakan matras yang aman dan nyaman.

Bagaimana caranya tidur sehat? “Tidurlah dengan waktu yang cukup dan nyenyak. Jangan banyak minum kopi karena akan membuat sulit tidur,” saran Andreas. Menurutnya, tidur yang sehat adalah tidur yang cukup dan berkualitas baik. Ini semua diukur dari rasa segar saat bangun dan rasa bugar di siang hari.

Waktu ideal tidur sehat berbeda-beda sesuai golongan usia. Dijelaskan Andreas, tiap hari untuk anak-anak usia sekolah butuh tidur 11-13 jam; orang dewasa muda 8,5 – 9,25 jam; dewasa 7-8 jam.

Sebaliknya, tidur yang tidak sehat bermanifestasi dalam penurunan energi, rasa lelah dan mengantuk di siang hari. “Tidur yang tidak sehat disebabkan oleh durasi tidur yang pendek, insomnia, sleep apnea, restless legs syndrome, narcolepsy, circadian rhythm disorder, dan lainnya.

Yang menarik, menurut Andreas, kesehatan tidur berpengaruh langsung terhadap kesehatan seksual. Hasil studi di Denmark yang diterbitkan pada The American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa pria yang tak sehat tidurnya memiliki jumlah sperma 29 persen lebih sedikit. Mereka juga memiliki morfologi spermatozoa yang tidak normal. Akibatnya, jumlahnya sedikit, dan kemungkinan besar memiliki bentuk yang tak biasa.

Tidak hanya pakar kesehatan Indonesia saja yang menggebu-gebu kampanye pentingnya tidur sehat. Hasil survei 'Mattress Matters’ dari Institut Sleep to Live yang dipimpin Dr Robert Oexman D.C makin menguatkan fakta tersebut. Sigi yang melibatkan 128 orang dewasa sehat ini menemukan bahwa memiliki waktu tidur malam hanya 6 jam atau bahkan kurang selama 2 minggu menimbulkan gangguan tidur kronis. Ini menyebabkan penurunan performa, sama halnya tidak tidur selama dua hari.

Solveiga Adams, Brand Manager My Side USA, menambahkan, berdasarkan hasil survei Robert Oexman itu, efek kurang tidur akan menimbulkan masalah untuk jangka pendek yaitu: penuruan kemampuan dan kurang waspada (1); penurunan daya ingat (2); menurunkan kecerdasan (3); menurunkan kemampuan untuk mengatasi stres; kualitas hidup yang buruk (5) dan kecelakaan lalu lintas (6). “Karena kurang konsentrasi, orang yang menyetir mobil bisa kecelakaan,” ujar Adam saat presentasi hasil survei Dr Robert Oexman D.C di hadapan awak media di Jakarta.

Untuk dampak jangka panjang, akibat kurang tidur, disebutkan Adams ada 10, yaitu: tekanan darah tinggi (1); serangan jantung (2); gagal jantung (3); stroke (4); obesitas (6); depresi (7); susah berkonsentrasi (8); menggangu kualitas hidup pasangan tidur; menurunnya kekebalan tubuh (9); peningkatan rasa sakit (10).

Dampak lain jangka panjang dari penyakit yang diimbulkan akibat kurang tidur adalah kanker dan impotensi,” tambah Andreas, satu-satunya dokter di Indonesia yang mendalami spesialias kesehatan tidur itu.

Selain itu, dia mengingatkan kualitas tidur malam lebih baik dari waktu tidur yang lain, seperti siang atau sore. Saat tidur siang atau sore, siklus terjadi setiap 20 menit, sedangkan tidur malam siklusnya tiap 120 menit. Dalam siklus tersebut menghasilkan efek restoratif yang sangat berguna bagi tubuh kita. “Tidak ada satu zat pun yang dapat menggantikan efek restoratif,” tandas Andreas.

Teknologi bedMATCH

Teknologi bedMATCH adalah cara paling pintar untuk memilih matras menggunakan teknologi canggih dan informasi penelitian terkini soal tidur untuk mengubah cara orang belanja dan memilih matras yang sesuai untuk masing -masing orang,” ucap Direktur Institut Sleep to Live dan peneliti masalah tidur, Dr. Robert Oexman, D.C. Dalam keterangan persnya. Uniknya, bedMATCH juga mampu merekomendasikan matras yang tepat bagi Anda agar dapat tidur nyenyak.

Penelitian yang menggunakan 7 matras berbeda dalam waktu lebih dari 16 ribu malam ini menemukan bahwa tidak semua matras cocok untuk setiap orang. Setiap orang berbeda-beda kebutuhannya sesuai kondisi tubuh dan kebiasaan tidurnya. Itulah sebabnya, bedMATCH mengukur dengan 18 pengukuran statistik dan lebih dari 1.000 perhitungan untuk memilihkan kasur mana yang tepat. Hasilnya, matras My Side yang diproduksi Kingsdown Inc, pabrikan matras asal USA dan menggandeng Massindo Group untuk produksi dan pemasaran di Indonesia, berhasil memenuhi kebutuhan matras ideal.

Studi yang menelan biaya jutaan dolar AS dan melibatkan dua ahli top dunia bidang sleep ini juga diakui sebagai satu-satunya survei mendalam yang belum dilakukan oleh kompetitor. “Ketika toko-toko lain memberi kesempatan Anda untuk berbaring di atas matras sebelum mengambil keputusan beli, maka My Side dengan teknologi bedMATCH akan menganalisa dan memberikan masukan secara detail kepada Anda dan pasangan tentang kasur yang cocok,” ungkap Solveiga Adams, Brand Manager My Side USA.

Sekadar informasi, kasur My Side ini ditawarkan dengan lima ser:i 2, 4, 6, 8 dan 10 dengan deferensiasi pada tingkat kebutuhan dan kenyamanan konsumen. Sedangkan pilihan warnanya antara lain: gold (soft); green (medium soft), blue dan red.

Jeffri Massie, Direktur Utama Massindo Group, mengklaim, “Kerja sama antara Kingsdown Inc USA dengan Massindo Group merupakan sinergi yang kuat. Teknologi bedMACH membuat proses memilih tempat tidur menjadi sangat mudah karena didukung teknologi komputer dan sensor yang canggih. My Side memberi solusi bagi banyak pasangan yang selama ini terpaksa harus kompromi dengan kasur yang terlalu keras atau terlalu empuk karena kebutuhan pasangan tidur berbeda.”

Menurut Jeffri, yang membuat matras My Side lebih nyaman adalah teknologi Cool Wave yang diusung, sehingga memungkinkan pengguna untuk tidur lebih dingin dan sejuk dari busa konvensional dan kasur innerspring.

SPG My Side siap mengedukasi pasar

Massindo gencar edukasi pasar

Karena My Side tergolong produk premium, untuk jangka pendek Massindo Group akan lebih fokus pada edukasi pasar. “Kami tidak sekonyong-konyong menjual produk ke konsumen, tapi lebih menekankan pada penjelasan product knowledge ke kastemer. Sebab produk My Side bukanlah impulse buying,” ujar Jeffri Massie, bos produsen matras yang sudah berpengalaman sekitar 30 tahun itu.

Matras My Side ibaratnya tailor made. Sebab, produknya didesain dan diproduksi secara customized, sesuai selera konsumen middle up. Setidaknya ini tampak dari aneka pilihan warna, harga, dan rekomendasi dari analisa teknologi bedMATCH.

Agar produknya makin dekat dengan konsumen dan edukasi pasar, Massindo aktif mengikuti pameran di Jakarta dan luar kota. Biasanya di ajang pameran furnitur di Jakarta Convention Center, Senayan, Massindo jarang absen. “Kadang-kadang juga pameran di Kemang Village,” imbuh pria kelahiran Jakarta, tahun 1975 itu.

Dengan rentang harga Rp 15 juta – Rp 60 juta harga matras My Side, diakui Jeffrei hal itu lumrah karena bahan bakunya mayoritas impor. “Sejauh ini bahan baku 90% impor dan 10% kandungan lokal,” jelas generasi kedua dari Massindo Group itu.

Jeffri mengaku, Massindo menjadi market leader industri bidding di Indonesia. Sejak Massindo didirikan tahun 1983, produk-produknya banyak diminati konsumen, karena tidak hanya menyasar kelas atas saja, tapi juga ada produk untuk segmen pasar menengah.

Kami mendapat pengakuan pasar dengan mendapat banyak penghargaan,” tambah Jeffrei yang sudah terjun di bisnis keluarga sejak umur 13 tahun itu. Beberapa penghargaan yang diraih Massindo antara lain: The Best Bedding, The Best Bedding Design, The Best Bedding Comfort di ajang The Most Preffered Brand 2011 - 2012, The Best Innovation in Marketing dan The Best in Experiental Marketing, REBI (Rekor Bisnis) sebagai perusahaan bedding pertama yang memiliki dealer aktif terbanyak.

Bagaimana distribusi produk Massindo? Kini, Massindo memiliki 1.000 dealer di seluruh Tanah Air, ada di 14 kota besar dan didukung 20 showroom. Sedangkan jumlah pabriknya ada 11 pabrik seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Manado, Ternate, Pekanbaru, Medan, Samarinda, Makassar, Palu, dan sebagainya. Untuk gudang, ada 3 di Bandung, Semarang dan Bali.

Selain merek My Side, Massindo juga memroduksi matras merek Spring Air, Therapedic, Comforta dan Protect A Bed. Seluruh produk itu telah mendapatkan sertifikasi dari Institut Sleep to Live di Amerika Serikat.

Meski sudah mengukir banyak prestasi dan memimpin pasar matras di Indonesia, Massindo tidak lekas puas. “Ke depan, kami masih akan terus melakukan edukasi pasar matras dan rencana buka 3-5 showroom baru tiap tahun,” tambah Jeffri yang masuk ke manajemen Massindo sejak tahun 1998 setamat kuliah S1 Jurusan Finance dari Ohio University, USA. Edukasi pasar penting mengingat tidur sehat adalah investasi agar kita dapat bekerja produktif dan kreatif. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)