Standard Chartered Bantu Pendanaan Mitra Bisnis Alfamart

Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI) memberikan layanan Program Solusi Modal Kerja Terpadu untuk PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk.(Alfamart). Alfamart merupakan klien ke-16 yang telah memanfaatkan layanan serupa sejak dua tahun lalu.

Layanan ini dilatarbelakangi oleh pemasok dan mitra bisnis yang seringkali menghadapi masalah pendanaan, terutama modal kerja. Biasanya, mitra bisnis Alfamart membutuhkan waktu 40 hari sampai invoice keluar. Hal tersebut menghambat operasional perusahaan di saat perusahaan memerlukan dana untuk siklus produksi berikutnya, namun pembayaran dari barang sebelumnya belum diterima.

Melalui Solusi Modal Kerja Terpadu, SCBI menawarkan solusi pembayaran lebih cepat kepada mitra bisnis Alfamart yang invoice-nya telah disetujui Alfamart. “Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat bekerjasama dan mendukung Alfamart dalam memperkuat ekosistem bisnisnya. Layanan ini sekali lagi merupakan komitmen SCBI untuk senantiasa menempatkan klien sebagai fokus utama kami,” ujar Rino Donosepoetro, CEO SCBI.

Rolly A. Lahagu, Head of Cash Management and Banks SCBI, menambahkan, “Saat ini, belum banyak fasilitas bank yang dapat membantu meningkatkan fleksibilitas pemasok dan para mitra bisnis sebuah usaha. Solusi kami ini menjadi jawaban atas tantangan para mitra bisnis klien dalam mengelola arus kas dan modal kerja yang ekonomis. Lebih dari itu, solusi modal kerja ini sekaligus memberikan kemudahan akses perbankan dengan proses yang sangat sederhana.”

Ia mengklaim, ada banyak keuntungan yang ditawarkan untuk para mitra Alfamart yang menggunakan program ini. Pertama, biaya yang menarik. Kedua, memperoleh akses perbankan dengan proses yang sederhana, yaitu tanpa syarat jaminan dan laporan keuangan. Ketiga, memperbaiki day sales outstanding. Keempat, proses yang efektif dan efisien karena melalui platform digital bank. Kelima, tidak tercatat sebagai fasilitas kredit. Keenam, laporan yang real-time.

Keuntungan lain yang ditawarkan program ini adalah efisiensi. Alur kerja hanya memerlukan waktu empat hari. Hari pertama, pemasok perlu menukarkan faktur ke Alfamart sehingga di hari selanjutnya Alfamart dapat mengunggah invoice ke Straight2Bank, platform perbankan digital SCBI. SCBI akan memproses invoice sesuai instruksi Alfamart pada hari ketiga. Pada hari keempat, pemasok akan dapat memilih invoice yang akan memperoleh pendanaan  dan dapat langsung menerima dana dari SCBI. Dengan sistem seperti itu, para pemasok dapat terus fokus pada pertumbuhan bisnis tanpa harus memikirkan rumitnya persoalan permodalan.

SCBI menggelontorkan dana 2,3 triliun rupiah untuk 16 klien yang sudah bekerjasama lewat program ini. Sementara itu, dana 350 miliar dialokasikan khusus untuk Alfamart.

Hans Prawira, President Director Alfamart menyatakan, “Sejalan dengan visi kami, menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil dan menengah, Alfamart memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan sektor UKM dan melibatkan mereka sebagai pemasok serta mitra lainnya. Kami senang bisa bekerja sama dengan Standard Chartered dalam memberikan solusi modal kerja terpadu bagi mitra. Kami harap layanan ini bisa dimanfaatkan oleh sebanyak banyaknya mitra dalam mengembangkan usahanya.”

Alfamart yang  berdiri sejak tahun 1999 itu didukung oleh 13.477 jaringan toko di berbagai wilayah di Indonesia dan melibatkan lebih dari 400 pemasok berbagai macam produk. Konsumen yang bertransaksi di gerai jaringan mini market ini setiap harinya mencapai empat juta.

SCBI optimistis sampai akhir tahun 2018, jumlah pemasok yang bergabung dalam program ini dapat menjangkau perusahaan, pelaku usaha, maupun usaha perorangan. SCBI memberikan kemudahan persyaratan bagi pemasok Alfamart, karena mereka tidak perlu memberikan jaminan dan laporan keuangan untuk memperoleh bantuan keuangan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)