Status Baru sebagai Private Company, Dell Makin Lincah Bermanuver

Tahun 2014 dibuka Dell dengan sebuah babak baru dalam perjalanannya sebagai salah satu vendor produk TI terkemuka. Statusnya sebagai perusahaan terbuka kini berubah menjadi private company. Bukan tanpa alasan, produsen komputer asal Amerika itu mengubah status. Menurut Business Development Director Dell Indonesia, Sianto Wongjoyo, langkah ini diambil dengan tujuan agar manuver Dell dalam mengeksekusi strategi-strategi bisnisnya semakin “lincah”.

Dell Salah satu kesempatan launching laptop Dell terbaru

“ Dengan menjadi private company, setiap rencana pengembangan bisnis baik dalam skala kebijakan ataupun inovasi produk bisa kami kerjakan dengan lebih cepat,” jelas Sianto. Keputusan tersebut juga tidak lepas dari prinsip Dell dalam berinovasi yaitu mendengarkan dan mengabulkan setiap masukan dari end usernya. “Kami menjadi semakin cepat merespons masukan pelanggan dan mengikuti perubahan tren pasar” lanjut Sianto.

Terbukti dalam empat bulan terakhir, lebih dari 50 % permintaan dan masukan dari pelanggannya berhasil direspon dengan baik. Managing Director Dell Indonesia, Catherine Lian, dalam acara Editor Luncheon with Dell Indonesia, Selasa 25/3 lalu di, Jakarta, memaparkan sejumlah akselerasi strategi Dell untuk menjadi private company. Menurut Catherine. Ada lima poin penting dalam strategi tersebut yaitu, pertama, Dell memberikan porsi hampir setengah dari keseluruhan investasinya untuk riset dan pengembangan teknologi produk serta layanan TI. Setalah empat tahun, sudah lebih dari 10 triliun US$ diinvestasikan Dell guna mendapatkan teknologi dan intelektual properti yang terbaik dan memenuhi kebutuhan pengggunanya.

Kedua, meningkatkan pengalaman konsumen dalam memakai produk dan layanan TI Dell. Produk-produk baru yang dilahirkan semakin simple, nyaman dan aman. Ketiga, mengintensifkan layanan baik sebelum maupun sesudah konsumen membeli produk TI Dell. Keempat, meningkatkan kualitas teknologi semua produk baik PC, tablet, laptop dan virtual computing service. Kelima, melebarkan area layanan solusi terpadu end-to-end. Saat ini Dell yang telah memiliki 7 service centre di Indonesia akan melebarkan lagi area layanan tersebut dengan menghubungkan setiap titik baru dengan pusat layanan tadi secara real time.

Dell Regional Managing Director Indonesia & South Asia Developing Markets, Saleh M.”Haji” Munshi, yang juga hadir pada acara tersebut, mengungkapkan target Dell tahun ini adalah menjadi dua besar di pasar TI Indonesia. “Kami optimis dengan target ini mengingat kebutuhan produk dan layanan TI komersial di Indonesia semakin meningkat” ujarnya. Produk TI seperti basis penyimpanan data, server serta perangkat keras lainnya akan terus meningkat permintaannya. Segmen pasar komersial ini adalah pemerintah, unit usaha kecil dan menengah serta korporasi besar.

Sekitar 50 % pendapatan Dell di Indonesia disumbangkan dari segmen pasar komersial tersebut. Sedangkan, untuk produk basic yang dikeluarkan Dell, seperti PC, tablet dan laptop,menurut Saleh tidak akan menunjukkan laju yang agresif tetapi tetap stabil. Namun pria yang akrab disapa Haji itu masih enggan menyebut angka pasti dari setiap target. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)