Strategi AP I Jadikan Bandara Hang Nadim Hub Logistik dan Kargo Internasional

Bandara Hang Nadim Batam direncanakan akan dijadikan hub logistik dan kargo untuk skala domestik maupun internasional di wilayah barat Indonesia. “Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan  berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports, Faik Fahmi.

Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub kargo internasional dilakukan untuk menarik trafik kargo dari Amerika dan Eropa agar dapat transit di Batam untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Australia. Selain itu, Bandara Hang Nadim Batam juga dapat menjadi alternatif transit bagi maskapai-maskapai nasional yang akan mengeksplorasi pengoperasian rute khusus kargo dari dan ke China, Jepang, India, Timur Tengah, tanpa harus ke Singapura.

Sementara itu, untuk hub kargo domestik, peran Angkasa Pura I ditopang melalui anak perusahaan yaitu PT Angkasa Pura Logistik yang akan menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub kargo untuk rute Sumatera, Jawa, dan wilayah timur Indonesia seperti Balikpapan, dan Makassar.

Pengembangan bandara ini akan dilakukan bersama Incheon International Airport Corporation dan  PT Wijaya Karya. "Kami akan mengembangkan Bandara Hang Nadim Batam menjadi hub baru yang akan meningkatkan pasar industri aviasi Indonesia dengan menggunakan pengetahuan pengembangan dan operasional bandara yang kami miliki,” kata President & CEO Incheon International Airport Corporation (Korea), Kim Kyung-wook menjelaskan.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu mitra penting Pemerintah Korea Selatan. Maka, dirinya berharap proyek tersebut akan sekaligus memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang pengembangan infrastruktur.  

Sektor kargo dan logistik memiliki potensi pertumbuhan yang baik. Hal tersebut terlihat dari kinerja trafik kargo dan logistik pada tahun 2020 di bandara Angkasa Pura Airports yang mengalami pertumbuhan sebesar 60%. Trafik kargo di 15 bandara Angkasa Pura Airports pada 2020 masih tumbuh secara total sebesar 2,09% dibanding 2019.

Pada 2020, Angkasa Pura Airports mencatat trafik kargo sebesar 436 juta kg, sedangkan trafik kargo pada 2019 sebesar 427 juta kg. Pada 2021 ini, Angkasa Pura Airports memprediksi trafik kargo dapat tumbuh sebesar 2,12% atau menjadi 445 juta kg.  

Selain akan melayani logistik dan kargo, Bandara Hang Nadim juga direncanakan akan dijadikan bandara yang melayani penumpang internasional dengan tujuan wisata. Melalui  salah satu strategi pemasaran K-Culture Marketing yang diusung  oleh IIAC, dengan memanfaatkan tingkat popularitas dari selebritis Korea Selatan dan gaya hidup orang Korea Selatan.

“Kami juga akan melakukan pembangunan terminal penumpang baru Bandara Hang Nadim untuk memenuhi proyeksi pertumbuhan penumpang hingga 5 juta penumpang per tahun dalam 4 tahun pertama,” kata Faik Fahmi menambahkan. Selain pembangunan terminal baru, Konsorsium Angkasa Pura I juga akan melakukan renovasi terminal penumpang lama yang berkapasitas 3,5 juta per tahun yang pengerjaannya akan dimulai pada akhir 2021 atau awal 2022.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)