Strategi Bimoli Garap Generasi Milenial

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (Bimoli) tidak menjadikan era digital sebagai musuh. Aktivitas masyarakat di media sosial (sosial media/sosmed) yang semakin luar biasa di era tersebut justru menjadi peluang bagi Bimoli untuk mengenalkan merek minyak goreng tersebut kepada generasi milenial (kaum/generasi muda) sehingga loyalitas pelanggan akan terjalin dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itulah, kampanye penggunaan minyak goreng bermerek Bimoli terus digencarkan di sosmed.

Product Marketing Manager Bimoli, Anton Kasna mengatakan, pihaknya saat ini memang fokus menggarap pemasaran digital dengan menggunakan sosmed. Target yang disasar Bimoli bukanlah ibu-ibu yang sudah berkeluarga, tapi anak muda atau mahasiswa yang sekarang masih belum sering memakai minyak goreng.

Dalam pandangan Bimoli, mayoritas ibu-ibu di Indonesia belum familiar dengan sosmed, meski memiliki akun sosmed belum tentu memiliki e-mail kalaupun memiliki bisa jadi sang anak yang membuatkannya.

anton-kasna-bimoli Product Marketing Manager Bimoli, Anton Kasna

“Kaum muda akan berumah tangga, dia akan memakai minyak goreng, jadi awareness mereka kami bangun dari sekarang, jadi generasi yang sudah memakai Bimoli tidak akan terputus. Mungkin sebelumnya ibunya dan neneknya sudah memakai Bimoli, generasi milenialnya ini belum tentu kenal Bimoli, jadi kampanye kami di sosmed lebih ke anak-anak muda,” jelas dia.

Dalam membangun awareness generasi muda di sosme, kata dia, konten pemasaran yang disampaikan Bimoli cukup variatif. Misalnya, Bimoli mengedukasi anak-anak kos untuk masak sendiri dengan membagikan menu resep yang sangat praktis, dalam 2-3 langkah sang anak kos bisa menyiapkan makan sendiri seperti nasi goreng tanpa harus keluar kos.

Saat ada kondisi tematik, seperti Lebaran, Bimoli juga memberikan ide resep masakan yang identik dengan Lebaran. “Kami juga sudah menyiapkan library reciepe yang siap di- ke share generasi muda lewat media sosial. Kampanye ini cukup sukses, saat ini ada

130 ribu akun facebook yang masuk fanspage Bimoli. Sampai akhir tahun ini, kami targetkan mungkin di atas 300 ribu akun yang masuk ke fanspage kami,” jelas dia.

Langkah tersebut ditargetkan sejalan dengan visi kepuasan pelanggan yang dianut Bimoli. Bagi Bimoli, kepuasan pelanggan adalah ketika harga yang bayarikan konsumen untuk menebus minyak goreng akan terbayarkan saat menikmati kualitasnya. Dari sisi harga, Bimoli memang cenderung lebih mahal, namun ketika konsumen mencoba beralih ke minyak goreng yang lebih murah, pada akhirnya pasti kembali kepada Bimoli karena pengalamannya tidak sebaik saat memakai Bimoli.

“Umumnya, loyalis Bimoli itu mengaku meski beda harga berapapun mereka tetap memakai Bimoli, turum temurun, karena puas dengan kualitasnya. Inilah keinginan kami, mereka akan merekomendasikandari generasi sebelumnya, dari ibu keanaknya, itu artinya kepuasannya sudah tercapai,” kata dia.

Kepuasan pelanggan juga berdampak pada kinerja penjualan. Pertumbuhan kinerja penjualan Bimoli selalu double digit setiap tahunnya dalam lima tahun terakhir. Distribusi Bimoli saat ini juga sudah merata dari Sabang sampai.

“Untuk terus memperbesar penjualan, kami juga melakukan pemasaran digital lainnya dengan melakukan promo di situs-situs popular, memperkuat website Bimoli sehingga selalu di top search engine, kami juga masuk melalui situs-situs e-commerce ternama,” jelas dia. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)