Strategi BUMN Jepang Keluar dari Masalah

Dalam seminar nasional yang bertajuk “Strategi Go-Global BUMN: Kajian BUMN Wilayah Asia,” yang diselenggarakan di Jakarta (8/5), Henry Pribadi, pengajar Operations Management di Prasetiya Mulya Business School, bercerita bagaimana seluk-beluk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jepang. Secara singkat, ia menggambarkan strategi salah satu BUMN yang bergerak di bidang transportasi, Japan Railways, keluar dari kondisi buruk.

Seminar nasional yang bertajuk “Strategi Go-Global BUMN: Kajian BUMN Wilayah Asia,” yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (8/5/2013).

“Contoh di Jepang, sekitar tahun 1980-an, ketika Japan bubble burst, keadaan perusahaan kereta api mereka (Japan Railways) kolaps,” terang Henry.

Melihat kondisi itu, restrukturisasi lantas dilakukan oleh BUMN tersebut. Dia pun menyebutkan, salah satu cara khas yang dilakukan Japan Railways waktu itu adalah memecah perusahaan ke dalam daerah geografis masing-masing. Jadi, dengan strategi itu muncullah perusahaan yang lebih kecil, seperti West Japan Railway, East Japan Railway, dan Central Japan Railway.

“Kalau Indonesia kan punya Daop (Daerah Operasi). Itu Daop-Daop disuruh berdiri sendiri oleh Jepang lalu kamu (perusahaan) bersainglah secara jujur,” lanjut dia.

Dengan cara dipecah seperti itu, kompetisi lebih sehat, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas perusahaan. “Dengan cara itu, mereka bisa kompetitif, healthy. Mereka bisa saingan, dan mereka lebih agile, lebih gampang untuk bertindak dan beradaptasi karena bentuknya seperti itu,” kata Henry. Bahkan, lanjut dia, salah satu perusahaan yang dibentuk yakni East Japan Railway berhasil menjadi perusahan yang mumpuni hingga akhirnya masuk ke dalam daftar Fortune 500.

Keberhasilan BUMN bisa lepas dari keadaan buruk itu, menurut dia, bukan semata kerja keras perusahaan sendiri. Ada Pemerintah Jepang yang juga turut membantu. Intinya, kata Henry, pelaksanaan restrukturisasi atas BUMN yang merugi, sangat tergantung dari kerja sama yang kuat antara pemerintah dengan pihak direksi BUMN. “Saya rasa kunci dari keberhasilan restrukturisasi adalah budaya disiplin, penggunaan teknologi tepat guna, dan yang terpenting kemampuan merebut hati konsumen,” tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)