Strategi E-T-A Perluas Pasar Ekspor

E-T-A Elektrotechnische Apparate GmbH adalah pemimpin pasar dalam desain dan produksi circuit breaker untuk perlindungan peralatan. Perseroan punya strategi khusus untuk menjadi pemimpin di bidang teknologi mesin, yakni mengalokasikan 8% dari turn over untuk riset dan penelitian.

“Tak heran, Divisi Engineering kami cukup mumpuni,” klaim General Manager Business Development PT E-T-A Indonesia, Agung Kurniawan.

E-T-A Indonesia berdiri tahun 1996 silam, yang 100% sahamnya dimiliki E-T-A Elektrotechnische Apparate GmbH yang bermarkas di Jerman. Strategi lainnya adalah memiliki kantor perwakilan penjualan di seluruh negara, terutama Eropa, Amerika, dan Asia.

“Untuk Asia Tenggara di Singapura, Indonesia, Thailand, Malaysia. Perseroan semula menjadi tempat produksi, hanya menerima order dari kantor pusat. Belakangan, kami merambah ke sales,” kata dia.

Produk hampir seluruhnya diekspor, hanya 2% yang dipasarkan di dalam negeri. Adapun negara tujuan terbesar adalah Amerika, Jerman, dan Singapura. E-T-A memiliki keunggulan teknologi di sistem produksi dan proses perakitan, termasuk desainnya.

ControlPlex_Board_SVS16

Perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut perusahaan terus melakukan inovasi di sisi teknologi. Dengan begitu, konsumen bisa selalu dilayani dengan baik. Ada 3 pilar yang menjadi fokus utama perseroan, yakni pertumbuhan, keuntungan, dan efisiensi biaya.

Adapun, customer profile dibagi 4 kategori, yaitu telekomunikasi & sistem; industri, energi, dan peralatan; setelah itu transportasi; terakhir watercraft dan kendaraan khusus. Di sektor telekomunikasi, Telkomsel adalah salah satu pelanggan mereka.

Untuk transportasi di Surabaya, perseroan sudah memproduksi circuit breaker untuk airbus. Mereka juga sudah memproduksi circuit breaker untuk watercraft dan kendaraan khusus militer buatan Pindad selama 2 tahun terakhir.

“Tahun ini mereka berencana membuat kendaraan berat, jadi kemungkinan kami bisa ikut join. Profile E-T-A Indonesia lebih banyak untuk aplikasi industri dan transportasi, produksinya dari tahun ke tahun selalu naik,” katanya.

Nilai produksi selama kurun 2007-2015 meningkat tajam. Kalau 8 tahun lalu hanya 2,9 juta Euro, pada 2014 mencapai 7,7 juta Euro. Sempat menurun di 2009 menjadi 1,4 juta Euro, produksi melambung pada 2013 menjadi 5,8 juta Euro. Pada tahun 2015 ditargetkan 7,7 juta Euro.

“Penjualan kami bersifat worldwide. Jadi, cukup optimis mencanangkan itu meski forecast kemungkinan sama dengan 2014,” katanya. (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)