Strategi First Travel Membidik Pasar Umroh

Menurunnya nilai tukar rupiah terhadap US dollar belakangan ini, tidak terlalu berimbas bagi umat Islam di Indonesia yang ingin menunaikan ibadah umroh. Hal ini diakui Andika Surachman, Direktur Utama First Travel melemahnya nilai rupiah, tak berpengaruh secara signifikan terhadap bisnis travel penyelenggara perjalanan umroh dan haji. Minat masyarakat Indonesia untuk beribadah umroh tetap tinggi.

Diakui Andika, biaya untuk pergi umroh tidaklah murah. Dibutuhkan uang hingga puluhan juta rupiah per orang. Terlebih ketika nilai dolar melambung mengingat semua biaya diukur dengan dolar. First Travel terpaksa harus menyesuaikan lagi biaya yang harus dibayar peserta umroh, karena banyak komponen biaya yang memakai US dollar.

Kenyataannya, animo masyarakat Indonesia beribadah umroh tetap tinggi. Tentu saja, kondisi ini menggembirakan bagai penyelenggara ibadah umroh. Bisa dibilang melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS tidak banyak pengaruh pada minat masyarakat Indonesia untuk berindah umroh. Bagi First Travel hampir-hampir tidak banyak pengaruh.

Presiden Direktur First Travel Bapak Andika Surachman (kanan) didampingi sang Istri Anniesa Desvitasari Hasibuan meberikan keterangan pers kepada media usai acara  manasik umroh dan dzikir akbar, di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (24/10). Gelaran manasik umroh ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diharapkan dapat lebih menggugah semangat jemaah. Foto: Dery Ridwansah/ Rakyat Merdeka Presiden Direktur First Travel Bapak Andika Surachman (kanan) didampingi sang Istri Anniesa Desvitasari Hasibuan (Foto: Rakyat Merdeka)

Terbukti, tahun ini peserta umroh yang sudah mendaftar di First Travel sekitar 35 ribu orang, sama seperti tahun lalu. Dengan rentang waktu yang tersisa hingga akhir tahun nanti, peserta umroh masih akan bertambah lagi. Ini karena, menurut Andika, adanya pembatasan pemerintah untuk melakukan ibadah haji sekali seumur hidup, sehingga banyak ummat Islam Indonesia yang kini mengincar ibadah umroh.

Dalam melayani masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umroh First Travel sendiri mempunyai berbagai paket umroh, mulai dari paket promo, paket reguler hingga VIP, dengan harga yang terjangkau. First Travel masih mengandalkan promo dari mulut ke mulut, cerita mereka yang pernah berumroh dengan First Travel ini yang membuat First Travel berkembang dengan pesat walau masih berusia 5 tahun. “Kami kreatif dan dapat ‘meramu’ harga terjangkau dengan pelayanan tetap memuaskan,” tegas Andika.

Tahun ini First Travel sendiri akan memberangkatkan tak kurang dari 35 ribu jamaah umroh. Mereka diberangkatkan dalam beberapa periode dimulai 2 Desember 2015 dan akan berakhir Mei 2016. Lewat penyelenggaraan ibadah umrah tahun ini, Andika berharap pihaknya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. "Selain memberikan kepastian berangkat tepat waktu, First Travel juga menambah fasilitas asuransi untuk seluruh jemaah umrah, di antaranya asuransi jiwa," jelas Andika.

Menjelang keberangkatan, First Travel menggelar manasik umroh dan dzikir akbar yang diikuti oleh puluhan ribu orang di Masjid Istiqlal. Digelarnya dzikir akbar yang bersamaan dengan manasik, agar seluruh jamaah dapat lebih khusyuk dalam persiapan menghadapi perjalanan umroh nantinya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)