Strategi IBM Angkat Nilai Bisnis

Bisnis IBM naik signifikan hingga dua digit pada paruh pertama 2015. Namun, pertumbuhan pasar yang kuat itu tak berlanjut di semester kedua. Musababnya adalah pelemahan nilai tukar Rupiah. Sektor perbankan yang menjadi pasar utama IBM juga terkena imbasnya. Mayoritas bank memutuskan menunda proyek untuk sedianya dijalankan pada paruh kedua, memutuskan menunda karena masalah nilai tukar.

“Pada semester kedua, kami juga sudah bertransaksi dengan pelanggan menggunakan Rupiah di Indonesia,” kata Presdir IBM Indonesia, Gunawan Susanto.

Menurut dia, IBM punya tiga strategi jitu untuk mendongkrak nilai bisnis di tengah situasi ekonomi yang belum kondusif seperti saat ini. Pertama, adalah redefinisi target pasar. Jika sebelumnya fokus di sektor perbankan, tahun ini, perseroan mulai melakukan diversifikasi pasar. Sektor lain yang belum digarap akan mulai dilirik.

Gunawan Susanto, Presdir IBM Indonesia Gunawan Susanto, Presdir IBM Indonesia

“Kedua, investasi skill. Tak hanya meningkatkan skill yang sudah ada, tapi mencari skill apa yang belum kami punya dan mempelajarinya. Akan ada aktivitas import skill yakni mendatangkan orang dengan skill yang dibutuhkan untuk lalu mengajarkannya di sini,” katanya.

Ketiga, mengembangkan product as a service. Perseroan akan lebih menitikberatkan pelayanan kepada solution based dan service. Tak hanya menyediakan hardware, IBM juga akan memberikan software dan skill yang dibutuhkan pelanggan. Aspek skill memang menjadi masalah paling penting pada tahun ini seiring pesatnya perkembangan informasi dan teknologi digital.

“Kami sudah punya solusi, juga dari sisi hardware dan software. Tapi, apakah pelanggan punya skill untuk mengimplementasikannya? Untuk itulah kami mendatangkan ahli-ahli dari luar negeri untuk membantu pelanggan yang membutuhkan bantuan untuk memahami teknologi yang kami berikan,” katanya.

Gunawan yakin tahun ini bisnis TI akan lebih baik dibanding tahun 2015 mengingat semakin banyak pelaku industri menyadari pentngnya melakukan transformasi teknologi untuk bisa bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Laju pertumbuhan pasar akan semakin kencang karena banyak perusahaan tertarik memanfaatkan TI dalam bisnis mereka.

“Ini akan happening di semua industri. Untuk bisa bersaing di tahun berikutnya, transformasi teknologi sebuah perusahaan akan ideal jika dimulai tahun ini,” ujarnya. (Reportase: Raden Dibi Irnawan)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)