Strategi Kalbe Dukung Penanganan Penyakit Kanker

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) baru saja menyelenggarakan Kalbe Oncology Forum 2015 yang diikuti 300 dokter konsultan onkologi dari seluruh Indonesia dan Asia Tenggara. Melalui Kalbe Oncology Forum, Kalbe ingin menunjukkan komitmennya dalam mendukung penatalaksanaan terapi kanker yang lebih menyeluruh sehingga pasien bisa mendapat terapi yang lebih baik. Terkait penanganan penyangkit kanker pula, pada awal 2014, Kalbe meresmikan operasinal pabrik obat onko yang menyediakan obat kanker generik untuk mendukung kebutuhan obat kanker dalam negeri, khususnya mendukung program pemerintah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pabrik seluas 3.800 meter persegi ini menelan investasi Rp 200 miliar.

Dari data Kementerian Kesehatan, setiap tahun diperkirakan 12 juta orang di dunia menderita kanker dan lebih dari 8 juta di antaranya meninggal dunia. Diperkirakan, pada 2025 kejadian tersebut bisa mencapai 26 juta orang dan 19 juta di antaranya meninggal akibat kanker, dan peningkatan lebih cepat terjadi di negara miskin dan berkembang. Laporan Global Burden Cancer (Globocan, 2012) yang dikutip dalam keterangan pers Kemenkes pada Hari Kanker Sedunia pada Februari 2015 lalu, memperkirakan, insiden kanker di Indonesia sebesar 134 per 100 ribu penduduk.

Data Jamkesmas menunjukkan, pengobatan kanker menempati urutan kedua setelah hemodialisa yaitu mencapai Rp 144,7 miliar sepanjang tahun 2012. Dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), pada periode Januari-Juni 2014 dilaporkan pengobatan kanker untuk rawat jalan menempati urutan kedua dengan jumlah kasus 88.106 dan pembiayaan sebesar Rp 124,7 miliar, sedangkan untuk rawat inap menempati urutan kelima, dengan jumlah kasus 56.033 dan pembiayaan Rp 313,1 miliar.

Presiden Direktur Kalbe Irawati Setiady mengatakan, Kalbe Oncology Forum yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini mengambil tema Holistic Care in Cancer Management. Kalbe bekerja sama dengan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dan juga melibatkan Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia/HOGI, Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia/PERHOMPEDIN dan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia/PERABOI dalam penyelenggaraan forum tersebut. "Melalui Kalbe Oncology Forum, kami berharap para dokter dapat menggali lebih banyak tentang penatalaksanaan terapi kanker dan mendapatkan informasi terbaru mengenai terapi kanker," kata dia.

Direktur Manufaktur Kalbe Pre Agusta mengatakan, pabrik onko didirikan setelah Kalbe bekerja sama dengan Samyang Pharmaceutical South Korea dengan melakukan proses transfer technologi, sehingga Kalbe mampu memproduksi secara mandiri. Produk yang akan dihasilkan oleh pabrik ini antara lain Paxus, Carcan, Carboplatin, Ciscan, Cisplatin, dan Doxorubicin. "Beberapa telah dipasarkan di Indonesia dan saat ini dalam proses registrasi untuk dipasarkan juga di negara-negara lainnya di Asia Tenggara," kata dia.

Dengan teknologi terkini dan melalui transfer teknologi dari mitra yang berpengalaman dalam memproduksi obat kanker, lanjut dia, pabrik obat onko mampu memproduksi sekitar 55 juta unit obat kanker jenis tablet dan injeksi per tahun. Sejak 1988, Kalbe telah memasarkan obat kanker dan nutrisi untuk pasien kanker yang diimpor dari Korea, Jepang, China, Argentina, dan Finlandia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)