Strategi Mandiri Sekuritas Dukung Pendanaan Infrastruktur

Mandiri Sekuritas yang merupakan anak perusahaan Bank Mandiri kian agresif menghadirkan investor asing untuk mendukung program pemerintah di bidang infrastruktur.

Silvano Rumantir, Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir mengungkapkan tahun ini, pihaknya memperkenalkan tiga inovasi pendanaan guna memfasilitasi kebutuhan korporasi sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ketiga instrumen tersebut antara lain, sekuritisasi aset, obligasi berbasis proyek (project bond), serta global IDR bonds.

Silvano menyebutkan, Mandiri Sekuritas telah mengantarkan dua perusahaan pendanaan melalui mekanisme sekuritisasi aset dan menggunakan skema project bond. Dua perusahaan tersebut yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Marga Lingkar Jakarta.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk sukses menerbitkan produk investasi surat berharga sekuritisasi yang berbasis potensi pendapatan di masa depan (future revenue based securities/ FRBS) dari Tol Jagorawi. Produk bernama Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Mandiri JSMR01 ini merupakan sejarah baru pendanaan di industri pasar modal Indonesia.

Sementara, PT Marga Lingkar Jakarta juga resmi mencatatkan Obligasi I Marga Lingkar Jakarta Tahun 2017 senilai total Rp1,5 triliun. Skema project bond yang diterbitkan menggunakan ruas tol JORR W2 Utara atau ruas Kebon Jeruk-Ulujami yang telah beroperasi penuh sejak tahun 2014.

Mandiri Sekuritas juga memperkenalkan peluang pendanaan Global IDR Bonds secara luas sejak kuartal-III tahun 2017. Global IDR Bonds adalah efek bersifat utang berdenominasi Rupiah yang dapat ditawarkan tidak hanya kepada investor domestik, namun juga terutama kepada investor global.

Seperti diketahui, Pemerintah membutuhkan dana untuk investasi di sektor infrastruktur sekitar Rp 5.500 triliun untuk lima tahun ke depan atau Rp1.100 triliun per tahun. Dari kebutuhan dana per tahun tersebut, Rp 900 triliun dapat dibiayai oleh pembiayaan konvensional yaitu menggunakan APBN dan perbankan.

"Terdapat potensi sebesar Rp200 triliun per tahun kebutuhan investasi untuk infrastruktur yang dapat dibiayai dari non APBN dan non perbankan, yaitu melalui pasar modal baik dalam negeri maupun offshore funding," jelasnya.

Instrumen Global IDR Bonds diharapkan dapat memberikan akses, sumber, serta diversifikasi pendanaan berbasis Rupiah bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang bergerak di berbagai sektor, khususnya sektor infrastruktur. Dan bagi investor, instrumen ini memberikan diversifikasi portofolio yang berkualitas.

Silvano mengatakan, perusahaan terus memperluas akses hingga ke pasar global dengan mendirikan anak perusahaan Mandiri Securities Pte Ltd di Singapura. Mandiri Sekuritas juga bermitra dengan Jefferies, investment bank yang berbasis di Amerika Serikat, dalam mendistribusikan laporan riset kepada basis klien global. Perusahaan juga menyediakan layanan perantara perdagangan efek kepada klien-klien Jefferies.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan investment banking dan brokerage terlengkap dengan akses hingga ke pasar global. Sejumlah inovasi pendanaan yang kami hadirkan merupakan kontribusi nyata dalam mendukung program Pemerintah, khususnya dalam memberikan solusi pendanaan terbaik melalui alternatif pembiayaan dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing Nasional,” ungkapnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)