Strategi Pemerintah Majukan Fashion Nasional

Rupanya, pemerintah sudah tidak sabar ingin melihat industri fashion nasional bisa mendunia. Sejumlah kementerian pun berencana bahu-membahu demi mewujudkan hal itu. Apa saja strategi pemerintah untuk memajukan dunia fashion di Tanah Air?

Konferensi pers Indonesia Fashion Week 2013

 

 

 

 

 

 

 

 

Gusmardi Bustami, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, dalam konferensi pers Indonesia Fashion Week, yang digelar di Balai Sidang Jakarta, Kamis (14/2/2013), menjelaskan, “Branding (membangun merek) is number one.”

Dia menjelaskan, membangun merek fashion adalah suatu hal yang cukup penting. Karena, menurut dia, suatu merek akan menjamin kualitas dari produk. “Jadi, semua lini untuk mendukung branding akan diperkuat,” tegasnya.

Selain itu, Kementerian Perdagangan pun menegaskan diri akan fokus kepada bidang pemasaran dan distribusi produk-produk fashion baik di dalam negeri maupun mancanegara. Salah satu hal yang akan dilakukan adalah pemanfaatan lembaga bisnis. Akan digiatkan pula berbagai macam pertemuan bisnis antara pelaku fashion yang siap ekspor dengan buyers dan investor.

“Selain itu, untuk memperluas jangkauan pemasaran, akses pasar ke negara-negara non tradisional, seperti Afrika Selatan, Persatuan Emirat Arab, Amerika Latin, Asia Timur, dan Asia Tengah juga harus ditingkatkan,” lanjut Gusmardi.

Terkait pasar yang akan disasar produk fesyen nasional, menurut Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, “Target pasar Asia yang paling dekat adalah ASEAN (Asia Tenggara).” Setelah itu, kata dia, baru beranjak ke negara Asia lainnya.

Dia pun meyakini industri fesyen bisa tumbuh signifikan tahun ini. Bila perekonomian tumbuh di angka 6-6,5 persen, maka industri fashion diharapkan bisa bertumbuh sebesar 6 persen di tahun 2013. “Penciptaan tenaga kerjanya bisa di angka 100.000 ribu orang,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, MS Hidayat, Menteri Perindustrian, mengatakan, kementeriannya bertanggung jawab terjadap kinerja industri fashion. Untuk itu, ia pun berharap, demi memajukan industri fesyen ini, perlu adanya suatu roadmap. “ Saya mengusulkan untuk industri kreatif, khususnya industri fashion, empat kementerian yang ditugaskan pemerintah ini membuat roadmap bersama dalam lima tahun ke depan,” kata Hidayat.

Mengenai roadmap tersebut, dia mengatakan, pengajuan anggaran untuk mengembangkan industri fesyen bisa dibicarakan secara bersama-sama sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Pihak swasta pun harus dilibatkan dalam pembuatan roadmap. “Jadi terintegrasi,” tandas Hidayat.

Untuk diketahui saja, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, selama 2007-2011, ekspor fesyen Indonesia mengalami tren positif dengan pertumbuhan sebanyak 12,4 persen. Tujuan utama eskpor adalah Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Hong Kong, dan Australia. Sementara pada Januari-November 2012, nilai ekspor tercatat mencapai US$ 12,79 miliar. Ada kenaikan 0,5 persen dari periode yang sama tahun 2011. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)