Strategi Propan Berkontribusi di Pembangunan Nusantara

PT Propan Raya I.C.C, perusahaan cat kayu lokal pertama di Indonesia, memantapkan niatnya untuk berkontribusi lebih dalam di sektor pembangunan properti, konstruksi dan infrasturktur Indonesia. Selain terus melakukan inovasi produk, perusahaan yang dirintis sejak tahun 1979 ini juga mengadakan sayembara desain arsitektur nusantara bertema 'Desain Bandar Udara Nusantara'.

Presiden Direktur Propan Raya, Hendra Adidarma, mengungkapkan, sayembara tersebut merupakan salah satu bentuk semangat Propan berkontribusi dalam pengembangan desain arsitektur nusantara. Aneka ragam kekayaan arsitektur Nusantara, ia yakini akan menjadi salah satu aset berharga bila terus dikembangkan.

“Adanya sayembara ini diharapkan dapat meningkatkan minat penggiat arsitektur untuk kembali menyadari betapa pentingnya usaha melestarikan arsitektur nusantara. Masih banyak bandara yang arsitektural belum merepresentasikan ciri khas nusantara ataupun kearifan lokal suatu daerah,” ujarnya.

Tak cuma menawarkan total hadiah Rp 250 juta, hasil karya pemenang sayembara, kata dia, juga akan diaplikasikan langsung sebagai master design dalam proyek Pembangunan Bandar udara mali Alor – NTT. Berbagai kalangan profesional ia katakan terlibat aktif dalam penjurian di sayembara tersebut antara lain dari Kementerian Perhubungan, kalangan profesional desain interior dan eksterior, hingga Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Para peminat cukup membuka situs arsitekturnusantara.propanraya.com untuk melihat persyaratan serta kriteria desain. Pendaftaran akan dibuka dari tanggal 1 Oktober hingga 31 Januari 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 5 Agustus 2015. “Sayembara ini tidak berlaku untuk karyawan lingkungan Kementerian Perhubungan RI, arsitek yang bekerja pada biro arsitek atau perusahaan yang terkait dengan dewan juri,” ujarnya.

 Hendra Adidarma, President Director PT PROPAN RAYA I.C.C Hendra Adidarma, Presiden Direktur PT Propan Raya I.C.C

Seperti diketahui Propan mulai fokus mengembangkan cat kayu sejak tahun 1979 silam. Bisnis perseroan melaju pesat setelah pemerintah melarang ekspor rotan dan kayu mentah pada tahun 1987.

Perseroan pun kebanjiran permintaan hingga mampu mengalami pertumbuhan ratusan persen. Pasalnya, pabrik-pabrik cat di Indonesia saat itu hanya memproduksi cat tembok dan cat mobil. Itulah awal dari momentum pertumbuhan Propan, yang membuat perseroan punya dana, energi, dan aset untuk terus maju di cat kayu dan cat-cat lainnya.

Selain cat kayu, Propan memproduksi beraneka ragam cat yang meliputi wood coatings untuk furniture, wood care untuk pelindung bahan bangunan, architectural wall paint, metal protective coatings, serta concrete protective coating system yang terdiri dari industrial polyfloor, garage coatings, dan water proofing.

Didukung oleh lebih dari 2.000 orang karyawannya, Propan Raya mampu menghasilkan produksi sampai dengan 30.000 miliTon per tahun dengan jaringan distribusi yang terdiri dari 18 cabang, 16 distributor, 23 PSC (Propan Service Centre), dan 9.000 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Ultran, Impra dan Propan merupakan merek-merek dari produk Propan Raya yang sangat dikenal oleh kalangan profesional, retail maupun industrial. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)