Strategi StarOne Jajaki Bisnis Call Center

Menurunnya penggunaan layanan CDMA di masyarakat membuat PT StarOne Mitra Telekomunikasi menjajaki bisnis layanan call center yang direncanakan pada tahun ini. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ditinggalkannya layanan CDMA oleh konsumen karena dinilai kalah bersaing dengal layanan GSM.

starone

Saat dihubungi oleh Swa Online, Agus Rahayu, Division Head Business Development PT StarOne, mengatakan bahwa strategi ini dilakukan untuk mempertahankan bisnis perusahaan. Ia menambahkan pemilihan bisnis layanan call center dilakukan agar tidak bersinggungan dengan bisnis yang telah dilakukan induk perusahaan PT Indosat.

“Kami sudah melakukan trial commercial. Kami menargetkan launching sekitar dua hingga tiga bulan ke depan,” ungkap Agus. PT StarOne sendiri telah memiliki dua perusahaan di Semarang dan Surabaya yang bergerak di bidang perbankan untuk pelayanan kartu kredit.

Ditargetkan dalam dua hingga tiga bulan ini akan bekerja sama dengan 8 perusahaan. Selama tahun 2014, diperkirakan bekerja sama dengan 82 perusahaan untuk layanan bisnis call center tersebut.

Agus menerangkan bahwa wilayah Jawa menjadi target untuk pemasaran di tahun ini. Kota-kota yang menjadi pangsa pasarnya adalah Jakarta, Bandung, Jogja, Solo dan Surabaya. Untuk tahun depan, PT StarOne mulai merambah wilayah Sumatera dan Balikpapan. Dilanjutkan tahun berikutnya di wilayah Makassar.

Strategi bisnis ini dinilai mampu menjadi new revenue perusahaan hingga 50 persen dari keseluruhan bisnis yang dilakukan. Agus optimis bisnis ini berkelanjutan kedepannya. “Perusahaan yang menggunakan layanan call center banyak,” ungkap Agus. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)