StuNed Day 2015 Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia - Belanda

Hubungan Indonesia-Belanda menjadi sorotan selama StuNed Day. Lebih dari 150 mahasiswa Indonesia datang dari seluruh Belanda dan berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag untuk StuNed Day 2015. StuNed (Study in Netherlands) adalah program beasiswa bilateral berfokus pada siswa berbakat dan profesional muda dari Indonesia.

IMG_20150310_133306

Dalam membangun hubungan masyarakat kedua negara, Peter Potman, Direktur Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Belanda, mengatakan, bidang akademik merupakan salah satu prioritas dalam agenda kerja sama antara Belanda dan Indonesia, dan StuNed adalah salah satu instrumennya. Program ini memberikan beasiswa kepada calon pemimpin Indonesia pada bidang-bidang kerja sama kedua negara.

“Saya juga ingin menekankan pentingnya membangun hubungan masyarakat kedua negara melalui mahasiswa dan alumni karena hal tersebut akan memperkuat hubungan antara negara kita," ungkapnya.

Salah satu acara yang menarik dalam StuNed Day adalah diskusi panel interaktif mengenai dinamika dan masa depan hubungan antara Indonesia dan Belanda. Keynote speaker dalam acara ini adalah Atase Pendidikan di Kedutaan Besar Indonesia, Prof. Hari Bambang Wibisono. Ia menuturkan, para pelajar yang bersekolah di lembaga pendidikan tinggi Belanda mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia, dan juga memberikan nilai tambah untuk diplomasi ekonomi Indonesia dengan Belanda.

Bagi para pelajar, StuNed Day adalah acara yang bermanfaat untuk saling mengenal dan membangun persaudaraan, baik antar pelajar, kedutaan, maupun pihak terkait di Belanda. Selain itu, acara ini juga merupakan ajang yang menyenangkan untuk berbagi pengalaman, ide, dan ambisi. Bagi Nuffic Neso Indonesia, organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda, acara ini berguna untuk memantau kemajuan program StuNed dan mendapatkan ide-ide untuk lebih meningkatkan program.

Acara ditutup oleh Mervin Bakker, Direktur Nuffic Neso Indonesia. Ia memotivasi para siswa untuk memanfaatkan sebaik-baiknya masa studi mereka di Belanda, “Belajar di Belanda memberi Anda kesempatan untuk mengembangkan diri, akademis, dan pribadi. Bersikaplah proaktif dan belajar dari perspektif yang berbeda,” ujarnya.

Sebagai informasi, Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi dan menyediakan informasi mengenai lebih dari 2.100 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris di Belanda. Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda dan bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, setiap tahun Neso Indonesia menawarkan program beasiswa bagi sekitar 250 warga negara Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)