Sumir Bhatia: Empat Tema Besar Solusi TI Dell

Sejak empat tahun lalu, Dell melakukan transformasi bisnis. Yang semula hanya menjual komputer saja, cuma bergerak di bidang hardware, kini mengembangkan layanannya ke solusi teknologi informasi (TI).

Dalam menjalani bisnis barunya ini, ada empat hal yang digarisbawahi Dell. Apa saja itu? Untuk mengetahuinya, berikut perbincangan kami dengan Direktur Regional Enterprise Solution, Dell Asia Selatan, Summir Bhatia.

Menurut Anda apa yang menjadi tantangan terbesar dalam dunia TI?

Setiap 18 bulan jumlah data bertambah dua kali lipat. Seperti banyak orang bilang, saat ini telah terjadi ledakan data. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menyimpan data-data dalam jumlah besar tersebut. Mengorganisasi data-data tersebut dengan baik, terakselerasi dengan baik,  bisa memaksimalkan operasional dengan efisien dan tantangan terakhir adalah bagaimana menyimpan data-data tersebut dengan aman.

Bagaimana Dell menjawab tantangan ini?

Kami fokus pada empat hal yang kami sebut CTIP, yaitu connect, transform, inform dan protect (koneksi, transformasi, informasi dan proteksi).

Bisa dijelaskan lebih mendalam?

Connect yaitu kami fokus pada bertambahnya produktivitas dengan cara menjadikan pekerja generasi mendatang dapat bekerja dari manapun. Kami memberikan solusi software yang memungkinkan koneksi antar device. Tren yang akan terus ada adalah konsumerisasi TI. Slogan “Bring Your Own Device/BYOD” (bawa piranti Anda sendiri), khususnya smartphone dan tablet sangat cepat diadopsi di Asia. Virtualisasi juga akan menjadi tren kunci di tahun 2013 untuk melihat operasional organisasi dan pendistribusian beban kerja secara virtual melalui pusat data menjadi lebih efisien, merampingkan prasarana IT tanpa harus menghapuskan dan menggantikan untuk mendukung kebutuhan yang terus berubah.

Transform berarti kecanggihan TI dapat mengurangi pengeluaran dan ini akan diraih dengan efektif melalui cloud computing yang cerdas dan adaptif. Dell menawarkan cloud yang aman yang membantu mengoptimalkan kepintaran TI, mengurangi pengeluaran, memperbaiki kecepatan dan menyediakan solusi untuk pekerja dengan mobilitas tinggi.

Inform yaitu Dell memahami kalau konsumen ingin memiliki kendali terhadap data-data yang sangat banyak. Kami memastikan data-data tersebut dapat tersusun dengan baik. Yang terakhir adalah protect, bagaimana kami memberikan proteksi terhadap serangan-serangan terorganisir setiap hari sampai pada tingkah laku sehari-hari para karyawan yang tanpa mereka sadari memungkinkan pencurian dunia maya. Proteksi berarti memelihara akses untuk data kunci dan aplikasi karena hal semacam ini akan menjadi sangat penting bagi kelangsungan bisnis.

Seberapa besar investasi yang dikeluarkan Dell untuk mengembangkan bisnis solusi TI ini?

Investasinya lebih dari US$ 10 miliar dan hingga saat ini kami berada di posisi yang lebih baik dari sebelumnya dalam menghantarkan solusi-solusi yang inovatif dan canggih. Kami berinvestasi untuk membantu para konsumen agar sukses dan aman di dunia yang sedang diubah oleh kekuatan cloud, data-data yang besa dan mobilitas.

Selama empat tahun ini siapa saja yang sudah menjadi klien Solusi TI Dell?

Kami bertumbuh secara inorganik. Saat ini kami menangani 19 perusahaan seperti pt Equallogic, KACE, Compellent dan perusahaan-perusahaan data storage atau data secure lainnya.

Selain dari itu, saya berani mengklaim bahwa Dell memiliki infrastuktur cloud provider nomor satu di dunia. Sebanyak 90% perusahaan yang masuk Fortune 1000 memakai software Dell, 75% top sosial media website menggunakan Dell software, 4 dari 5 top search engine juga menggunakan Dell.

Sejauh ini seberapa besar kontribusi bisnis solusi TI dibandingkan bisnis Dell yang lain?

Produk kami ada di empat pilar yakni pilar end user computing (netbook, laptop dll), pilar enterprise (storage, server, network, managemen, infrastruktur), pilar software dan terakhir pilar services. Kontribusi terbanyak yakni sebesar 50% dari bisnis enterprise dan services.

Bagaimana dengan investasi Dell di Indonesia?

Kami tidak bisa sebutkan nilai investasinya, yang jelas Indonesia sangat penting buat Dell. Yang kami tekankan adalah setiap produk yang kami launching di dunia, akan hadir juga di sini. Produk-produk ke depan yang akan dilaunching akan fokus di end user.

Strategi apa yang dilakukan untuk mengenalkan bisnis baru Dell ini di Indonesia?

Bisnis kami terpusat pada kebutuhan konsumen. Kami tetap berkomitmen untuk memperluas bantuan kami di luar PC dan memasukkan solusi TI end-to-end dari piranti ke pusat data ke cloud dan diteruskan dengan strategi akuisisi.

Kami akan terus menambah lebih banyak menambah sales tim kami di Indonesia yang saat ini jumlahnya 70 orang. Sales tim kami akan berkomunikasi secara langsung dengan perusahaan yang membutuhkan solusi TI. Setiap klien tersebut punya kebutuhan yang berbeda, maka kami akan mendatangi mereka dan melayani pertanyaan mereka satu persatu.

Seberapa siap infrastruktur Dell di Indonesia?

Yang perlu disiapkan dalam bisnis solusi TI tentu adalah servisnya. Direct support kami ada di 300 kota, masuk sampai pelosok. Jadi kami sudah sangat siap.

Siapa klien yang menjadi target Dell di Indonesia?

Ada empat segmen yangg kami bidik yakni korporasi besar, pemerintah pusat dan daerah, SME (small medium enterprise) dan terakhir consumer. SME di sini peluangnya sangat besar, ini tantangan bagi kami karena memberi solusi TI bagi SME itu lebih rumit dari enterprise. Mereka butuh solusi seperti enterprise, namun dengan skala kecil. Proses bisnis SME sama kompleksnya dengan enterprise. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)