Surabaya Berusaha Menjadi "Hijau"

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan Program “From Learning to Living” pada hari Sabtu (22/3/2014). Walikota Surabaya Tri Rismaharini mencanangkan secara resmi Kota Surabaya menuju Kota SCP (Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan) dengan implementasi awal Pola Konsumsi Hijau di rumah tangga. Sekitar 200-250 keluarga di Kota Surabaya akan dipilih dan dibimbing untuk menerapkan pola konsumsi hijau. Lalu, di bulan November akan diberikan penghargaan bagi keluarga-keluarga yang telah sukses melaksanakan pola tersebut, beserta penghargaan lainnya. Program ini didukung oleh Proyek Sustainable Consumption and Production (SCP) Switch Asia Uni Eropa.

tri risma surabaya hijau

Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas KLH Henri Bastaman, mengatakan, “Kementerian Lingkungan Hidup memberikan selamat kepada Kota Surabaya yang telah menjadi pelopor dan barometer di Indonesia. Aksi SCP ini bersinergi dengan Aksi Adipura, Adiwiyata, Aksi Perubahan Iklim yang telah dan sedang dilaksanakan Kota Surabaya. KLH dan Project SWITCH siap mendukung Kota Surabaya dalam pelaksanaan Aksi SCP tersebut.”

Bagaimana memilih keluarga yang akan dibina menjadi keluarga hijau?

Mereka dipilih dari keluarga anak-anak yang bersekolah di sekolah yang telah berhasil menerapkan program “Energy Challenge,” yaitu gerakan penghematan energi terukur yang dilaksanakan Tunas Hijau di seluruh Surabaya. “Energy Challenge” telah dilaksanakan sejak tahun 2011 diikuti oleh 230 sekolah, dan tahun 2013 telah diintegrasikan pada program “Eco School” yang diikuti 1.205 sekolah.

Keluarga-keluarga yang terpilih akan dibimbing untuk menjadi Green Family berdasarkan indikator-indikator sederhana konsumsi hijau terkait penggunaan energi, penggunaan produk-produk hijau, serta pembuangan sampah di rumah tangga. Pengawasan dan evaluasi akan dilakukan secara reguler. Keluarga-keluarga tersebut juga didorong untuk dapat mensosialisasikan implementasi pola konsumsi hijau di lingkungan sekitarnya, melalui kegiatan road show yang dilaksanakan secara bergiliran setiap bulan. Kegiatan road show akan dikemas lebih menarik dan bersifat hiburan. Untuk meningkatkan sosialisasi, perkembangan pelaksanaan program ini akan selalu diinformasikan kepada masyarakat melalui media sosial dan media massa dalam bentuk cerita-cerita dan foto-foto menarik, baik oleh penyelenggara maupun oleh keluarga-keluarga tersebut.

Pada November mendatang akan dilaksanakan pemberian penghargaan bagi tiga keluarga terbaik, tiga sekolah terbaik, dan tiga cerita serta foto terbaik, serta penghargaan-penghargaan kategori khusus lainnya. Penghargaan akan diserahkan oleh Wali Kota Surabaya. Juga akan dilaksanakan serah-terima program lengkap pelaksanaan “From Learning to Living: Kota SCP” dari KLH kepada Pemerintah Kota Surabaya.

“From Learning to Living” Kota SCP juga berisi program-program pola konsumsi hijau lainnya untuk mendukung pelaksanaan kebiasaan pola hidup hijau di masyarakat. Salah satunya adalah kampanye di retail-retail untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk-produk ramah lingkungan, serta mendorong tersedianya lebih banyak produk hijau di retail. Memilih produk yang ramah lingkungan adalah langkah pertama dalam konsumsi hijau.

Selain bergerak langsung di level konsumen untuk membentuk kebiasaan pola konsumsi hijau, juga diadakan program-program dukungan implementasi produksi dan konsumsi berkelanjutan di pemerintah dan industri. Surabaya merupakan pilot implementasi Green Public Procurement, yaitu pengadaan pemerintah yang memperhatikan kriteria-kriteria produk hijau. Kebijakan ini akan mendorong penerapan produksi yang berkelanjutan di industri, serta tersedianya produk ramah lingkungan lebih banyak di pasar konsumen.

Di industri, dukungan penerapan Eco atau Green Hotel juga diberikan untuk hotel-hotel di Surabaya. Kementerian telah meluncurkan “Panduan Penerapan Green Hotel.” Seminar Manajemen Ramah Lingkungan untuk Hotel telah dilaksanakan bulan Februari dan dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan penerapan eco hotel pada 19-20 Maret. Selain pembinaan terhadap hotel, KLH akan segera melakukan pembinaan kepada industri manufaktur di Surabaya tentang penerapan Produksi Bersih, eco-efisiensi dan Teknologi Ramah Lingkungan sehingga mampu menghasilkan produk yang ramah lingkungan, yang terukur, terverifikasi dan mengikuti Sistem Ekolabel Indonesia sesuai Permen LH No. 02 Tahun 2014 tentang Pencantuman Logo Ekolabel. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)