Surabaya Boyong 3 Piala Best Cities Awards 2015

Konsep Best Cities sudah semakin dikenal di Indonesia. Bukan hanya wacana, tetapi sudah banyak kota besar yang menerapkan. Sebut saja Bandung dengan Bandung Command Centre dan aplikasi panic button-nya, kemudian Surabaya dengan sistem pengaturan jalur transportasi dan tata ruang yang efisien  untuk menarik investasi lain di kota tersebut.

Penganugerahan Kota Cerdas 2015 Penganugerahan Kota Cerdas 2015

Sebuah kota dapat dikategorikan sebagai kota terbaik tidak hanya dilihat dari satu sisi, tetapi secara keseluruhan. Bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan pun mutlak menjadi indikator.

Sebagai salah satu bentuk apresasi terhadap kota-kota tersebut, media Kompas bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan didukung oleh Perusahaan Gas Negara (PGN), memberikan penghargaan kepada kota terbaik yang dibagi dalam beberapa kategori dalam sebuah ajang “Penghargaan Kota Cerdas 2015”.

Kategori atau kriteris yang disusun dan diolah tersebut berdasarkan data sekunder dari 93 kota otonom yang meliputi aspek ekonomi, sosial , lingkungan, dan enabler dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan ditambah data dari pemerintah kota.

“Dari 93 kota tersebut terpilih 15 nominasi yang kemudian dibagi dalam 7 kategori, yaitu kota cerdas berpenduduk dibwah 200 ribu jiwa, kota cerdas berpenduduk diatas 200 ribu jiwa dan dibawah 1 juta jiwa, kota cerdas berpenduduk diatas 1 juta jiwa, kota cerdas ekonomi, sosial, lingkungan, dan kota cerdas Indonesia (best of the best),” kata Budiman Tanurejo, Pimpinan Redaksi Harian Kompas.

Pada malam penganugerahan tersebut, Kota Surabaya yang dihadiri langsung oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini berhasil membawa pulang tiga piala, yaitu untuk kategori kota cerdas berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa, kota cerdas lingkungan, dan kota cerdas 2015 (best of the best). Penyerahan piala dilakukan langsung oleh Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI. Ia mengatakan, “Di Jakarta saja tidak ada yang bisa mengalahkan Bu Risma, bagaimana dengan di Surabaya," kata Budiman.

Ia juga menyatakan bahwa para walikota harus terus membenahi wilayah kotanya dan ia berharap agar kota-kota lain dapat mengikuti menjadi kota terbaik selanjutnya.

“Sudah banyak walikota muda yang cerdas dalam menyelesaikan masalah perkotaan dengan aplikasi yang high tech. Kerja pemerintah kota dalam menyelesaikan masalah di kota seperti kemacetan juga dibantu dengan adanya bisnis baru seperti Go-Jek, dimana masalah transportasi tersebut dapat diselesaikan melalui teknologi,” tutupnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)