Tahun 2017 Level Staf Masih Banyak Dicari Perusahaan

JobStreet Faridah Lim, Country Manager JobStreet.com

Perkembangan digital makin pesat belakangan tentu sangat berpengaruh pada kebutuhan SDM (sumber daya manusia) dalam perusahaan. Menurut Faridah Lim, Country Manager PT Jobstreet Indonesia yang paling diincar banyak perusahaan saat ini para marketer yang sangat paham digital. Tahun ini tren bisnis cukup positif, karena sejak awal tahun terlihat peningkatan permintaan SDM dan profesional baru.

“Memang hal wajar awal tahun terjadi peningkatan permintaan SDM, tapi tahun ini jauh lebih baik dibanding awal 2016,” imbuhnya. Perusahaan dinilainya memiliki tingkat kepercayaan yang cukup tinggi pada kondisi ekonomi 2017. Tahun ini diprediksikan pertumbuhannya cukup bagus, sehingga dibutuhkan SDM yang lebih banyak. Dilihat dari Desember 2016 hingga awal tahun 2017 peningkatan pertumbuhan kebutuhan SDM dari catatan Jobstreet sekitar 40 persen. Pertumbuhan yang signifikan tersebut menunjukkan tren bisnis di pasar sangat positif.

Hanya saja, tantangan SDM dari tahun ke tahun tetap sama yaitu mendapatkan SDM yang berkualitas. “Usia pengalaman pencari kerja sekarang sangat singkat. Seperti kita tahu mayoritas pencari kerja saat ini adalah generasi milenial,” katanya. Menurut Faridah, saat ini sangat sulit mencari senior manajer atau manajer yang memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun. Para pencari kerja bisa pindah dalam 3-6 bulan bekerja di suatu tempat. HRD perusahaan sangat sulit mendapatkan kandidat yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

“Pelamar banyak, tapi kapabilitas yang sesuai dengan perusahaan itu masih sulit didapat,” tuturnya. Dari sisi pencari kerja, dengan kondisi seperti ini, mereka harus sangat kompetitif untuk memenangkan posisi yang diinginkan. Bagi yang pengalamannya masih sedikit, harus bisa menunjukkan dan mendiskripsikan dengan baik kapabilitas dan kelebihannya, karena yang melamar banyak.

Dari peningkatan permintaan SDM awal tahun ini, menurut Faridah, level staf masih yang paling banyak dicari menempati porsi 50 persen dari total permintaan SDM. Kedua diikuti level supervisor dan koordinator 20 persen, baru kemudian level manajer sekitar 17 persen, sisanya posisi GM keatas.

“Hampir semua industri tumbuh permintaan SDM-nya, tapi yang sedang seksi keahliannya atau yang paling dicari adalah mereka yang melek IT dan digital,” katanya. Indonesia saat ini dikenal sebagai negara yang memiliki pertumbuhan ecommerce dan bisnis digital yang sangat pesat. Maka tidak heran tenaga IT dan digital marketing sangat dicari. Apalagi perusahaan-perusahaan startup tumbuh luar biasa. Bukan saja perusahaan startup menurut Faridah tenaga IT dan digital marketing juga dibutuhkan oleh industri lain seperti manufakturing, oil company atau ritel.

“Sekitar 10 persen dari tenaga yang paling banyak dicari dari yang memiliki kemampuan digital ini adalah marketer dan business development. Jadi dua posisi ini paling hot dicari awal tahun ini di Jobstreet,” ungkapnya. Posisi kedua adalah finance atau akunting (8 persen), diikuti dengan posisi administrasi atau back office, keempat posisi ahli software dan kelima posisi HRD.

Faridah mengingatkan pencari kerja untuk mempersiapkan diri, mulai dari membuat CV (curriculum vitae). CV juga harus yang paling baru, yang memuat kemampuan dan pengalaman terakhir dia. “Sering ditemui CV tidak di update, tidak sesuai dengan pengalaman dan kemampuan terakhirnya,” katanya. Pencari kerja jangan asal melamar, harus fokus yang sesuai dengan passion dan latar belakangnya. Ia juga menyayangkan banyak pelamar pekerjaan yang tidak datang ketika ada panggilan interview dengan alasan lokasinya jauh, tanpa informasi alasan ketidakhadirannya.

Faridah juga menyayangkan kondisi yang sama terjadi di level menengah, banyak menemukan CV yang tidak lengkap dan belum diperbaharui. Ia menegaskan untuk posisi senior manajer hingga level eksekutif harusnya mengetahui perusahaan yang dilamarnya. Jadi sebelum bertemu dengan board of director ketika wawancara, mencari informasi dan benar-benar memahami industri serta bidang yang dilamar.

 

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)