Tahun 2017 Trade Mall APL Hadir dengan Konsep Baru

Kendati sudah menguasai 20% market size bisnis trade mall (TM) di Jakarta, tapi Agung Podomoro Land (APL) tidak lekas puas. Raksasa properti di Indonesia ini terus berinovasi untuk meningkatkan perfoma dan memuaskan konsumen. Apalagi menghadapi tahun 2017 yang sudah di depan mata, sehingga perlu disiapkan agenda atau program bisnis baru.

apl-mely Ho Mely Suryani, Assistant Vice President Marketing Trade Mall Agung Podomoro,

Nah, tahun depan, pengembangan TM APL yang sudah ada di 10 lokasi ini siap dengan konsep baru. “Tentu tahun 2017 konsep trade mall APL akan dikembangkan lebih fresh dan nyaman, agar pengunjung makin betah. Tujuannya untuk mengangkat juga bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) yang kini omsetnya rata-rata 1 toko Rp 1 miliar sebulan di trade mall APL, “ ujar Ho Mely Suryani, Assistant Vice President Marketing Trade Mall Agung Podomoro,

Dijelaskan Mely, TM APL dibagi menjadi empat tema. Pertama, trade mall: TM Mangga Dua Square, Plaza Balikpapan, dan Blok M Square. Kedua, tools market: TM LTC Glodok, Harco Glodok, serta Plaza Kenari Mas. Ketiga, trend market: TM Seasons City, Kalibata City, plus Thamrin City. Keempat, textile market: Blok B Tanah Abang.

Menurutnya, konsep TM berbeda mall. Konsep TM berupa kumpulan kios-kios milik pedagang yang umumnya UKM dibuat dengan kenyamanan seperti mall. Tokonya rata-rata dijual oleh developer menjadi milik sendiri pembeli dan bisa dipindahtangankan ke penyewa . Sedangkan mall, lebih banyak mengahadirkan tenant-tenant besar dengan brand-brand terkenal dan status toko adalah disewakan.

Selain berjanji akan mengusung konsep baru yang lebih segar di 2017, kata Mely, tahun 2017 pihaknya akan memasuki dunia e-commerce agar pemasaran produk UKM TM APL lebih luas secara online. APL akan bekerja sama dengan pelaku bisnis e-commerce terkemuka di Indonesia terkait peluncuran e-commerce TM APL mendatang. Kini, desainer web sedang mempersiapkan sistemnya. Pada tahap awal, produk yang akan dijual secara online antara lain elektronik, perkakas, serta alat rumah tangga.

“Untuk produk fashion seperti baju, sepatu, serta tas belum dimasukkan ke dalam e-commerce karena masyarakat masih lebih suka untuk memegang dan merasakan sendiri produk-produk semacam itu. Dengan datang ke toko langsung, bisa membedakan jenis kain atau bahan produk dan modelnya,” tambah Mely yang meyakini pola belanja konvensional masih banyak diminati masyarakat. Lagi pula, belanja di pasar tradisional ada experience shopping tawar menawar harga yang disukai para wanita lantaran memiliki kepuasan tersendiri jika berhasil menawar produk.

Sejauh ini, Mely mengklaim, pengunjung TM APL di beberapa lokasi tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga mencanegara. Contoh, di pusat grosir Blok B, Tanah Abang, pengunjungnya datang dari Afrika, Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura serta China. Sementara itu, TM Lindeteves Trade Center (LTC) di Glodok Jakarta Barat, yang menjual perangkat dan perkakas pertukangan, sparepart mesin, water treatment, onderdil otomotif dan sebagainya, dikunjungi pembeli dari Jerman, Italia, China, negara-negara ASEAN, Australia, dan Selandia Baru,.

“Tahun 2017, kami juga akan melanjutkan program sinergi promosi 10 TM Agung Podomoro Vaganza yang berlangsung sejak 1 Mei 2016 – 22 Februari 2017. Sampai November 2016, transaksinya sudah mencapai Rp50 miliar. Kami sudah membagikan hadiah 7 mobil Alya sebagai grand prize bulanan. Sedangkan hadiah utama 1 Toyota Fortuner akan diundi 25 Februari 2017,” ungkap Mely menegaskan.

Melalui program promosi bersama 10 TM Agung Podomoro Vaganza tersebut, Mely berharap okupansi ruang ritel meningkat dari rata-rata 80% sebelumnya dan pengunjung ditargetkan bertambah 20 ribu – 150 ribu tiap bulan. Ujung-ujungnya jika kios sudah terisi 100% dan pengunjung membludak, maka UKM yang berjualan di TM APL pun untung. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)