Tanihood, Juara Ajang Jamkrindo Startup Challenge

Perusahaan rintisan atau startup Tanihood menjadi juara pertama di ajang Jamkrindo Startup Challenge. Tanihood yang didirikan  tahun 2017 merupakan platform e-commerce yang menghubungkan antara kelompok tani organik dengan pembeli luar negeri.

Sebelum keluar sebagai pemenang di ajang JSC 2018, Tanihood telah bersaing dengan 10 finalis lainnya yaitu Sirtanio Organik Indonesia, Ekafarm, Rahsa Nusantara, Ladang Lima, UD Berkah Abadi, Sunkrips, CV Inovasi Ikan Terintegrasi, PanenID, dan JALA.

Dalam kompetisi Jamkrindo Startup Challenge (JSC) 2018, juara II diraih oleh Sirtanio Organik, sementara juara III diraih LadangLima. Mereka membawa pulang hadih masing-masing sebesar Rp 50 juta dan Rp 30 juta ditambah dengan fasilitas program kemitraan sebesar Rp 50 juta. “Kompetisi JSC 2018 merupakan bentuk kepedulian Jamkrindo kepada pengembangan usaha rintisan,” ujar Direktur MSDM, Umum dan Kepatuhan Jamkrindo, Sulis Usdoko melalui siaran pers.

Kompetisi ini bertujuan untuk mendukung dan menumbuhkan usaha-usaha rintisan. "Kompetisi ini menjaring usaha rintisan yang berpotensi, khususnya dalam bidang ketahanan pangan,” ujar Sulis.  Usaha mikro, kecil dan menengatah (UMKM) telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM mendominasi unit usaha di Indonesia hingga 99,9 persen dengan jumlah lebih dari 57 juta UMKM. Sebagai badan usaha milik negara, yang memiliki bisnis inti penjaminan, Perum Jamkrindo mendukung pengembangan perekonomian nasional dengan cara menjembatani kebutuhan intermediasi yang dapat memudahkan UMKMK mengakses sumber permodalan.

“Jamkrindo memiliki fungsi utama untuk menjembatani UMKMK yang mempunyai usaha layak, tetapi belum memenuhi persyaratan teknis perbankan, khususnya pemenuhan agunan sehingga UMKMK tersebut dapat memperoleh akses keuangan,” ujar Sulis.

Kata Sulis, kini pihaknya juga bertekad untuk terus memperkuat peran strategisnya bagi perekonomian nasional. Itu dilakukan tidak hanya dengan leading di bidang penjaminan saja, tetapi juga melakukan terobosan lainnya seperti pemeringkatan terhadap UMKM dan memberikan pendampingan kepada para UMKM dengan beragam bentuk, baik konsultasi keuangan, operasional, maupun pengembangan usaha.

Adapun Firly Savitri, COO Tanihood, mengungkapkan, platfrom Tanihood dibuat untuk memajukan petani Indonesia, dengan menciptakan pasar yang tidak terbatas oleh garis geografis antarnegara. "Tanihood berperan sebagai online marketing dan eksportir sehingga memudahkan kelompok tani memasarkan produk ke luar negeri," ungkap dia.

Rencananya, ia akan menggunakan uang hadiah yang nilainya sebesar Rp 100 juta dan juga fasilitas program kemitraan sebesar Rp 50 juta tersebut untuk melakukan pelatihan-pelatihan standart ekspor dan penggunaan aplikasi kelompok-kelompok tani dan juga mengikuti pemeran dan business matching di negara-negara pengimpor organik. “Ke depan kami ingin menambah jumlah kelompok tani yang siap menjadi supplier di Tanihood," ungkapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)