Target Kontribusi Ekonomi Kreatif 2019 Untuk PDB Rp1,2 Triliun

Ekonomi kreatif memiliki potensi yang menjanjikan. Pada 2016, kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional mencapai 7,44% dan diproyeksikan akan meningkat dua kali lipat di tahun 2019 dengan nilai mencapai Rp 1,2 triliun. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf saat peluncuran buku tahunan Bekraf, Opus 2019 di Jakarta, 17/10/2018 lalu.

“Ini adalah paradigma baru dalam ekonomi yang mengandalkan gagasan, ide atau kreativitas sebagai faktor produksi utama,” jelas Triawan. Selain itu, menurut Triawan, ini adalah bidang yang sangat terbuka bagi siapapun (inklusi) untuk bisa masuk kedalamnya. “Tidak ada batasan atau syarat khusus, siapa pun bisa berkreatifitas dan menciptakan nilai ekonominya,” lanjutnya.

Bahkan, data Bekraf menunjukkan pada tahun 2017, jumlah tenaga kerja yang terserap ke dalam bidang ekonomi kreatif ini mencapai 17,43 juta orang meningkat 4,13%. Peningkatan serapan tenaga kerja dalam bidang ekonomi kreatif itu pun ternyata lebih tinggi dari peningkatan serapan tenaga kerja nasional yang hanya mencapai 3,02% di tahun yang sama.

Bekraf juga membuat daftar sektor-sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar. Untuk kategori penyumbang revenue terbesar tahun 2016 adalah sektor kuliner sebesar Rp 382 trilun, kedua sektor fesyen sebesar Rp 166 triliun, sektor kerajinan Rp 142 triliun. Ketiga kategori penyumbang pertumbuhan bisnis terbesar tahun 2016 adalah, industri TV dan radio, yang tumbuh sebesar10,33% sepanjang 2016 lalu, lalu industri film, animasi dan video tumbuh 10.9%, dan industri seni pertunjukan tumbuh 9,54%.

Dari kategori penyumbang ekspor terbesar, pertama adalah industri fesyen yang menyumbang 54,54% dari total ekspor non migas, lalu industri kerajinan sebesar 39,01% dan terakhir kuliner sebesar 6,31%. “Dari data ini kami melihat bahwa kedepan ada empat sektor yang akan menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia, yakni film, musik, seni dan animasi, keempat ini memiliki pertumbuhan pesat,” jelas Triawan.

Untuk medukung semua itu, Bekraf akan membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kohesif. Ekosistem yang didalamnya mempertemukan ide/produk, produksi, perlindungan HKI, pemasaran dan penjualan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)