Trade Expo Indonesia 2013 Incar 10.000 Buyers

Pemerintah dan pelaku swasta di Tanah Air sedang bersiap menyambut pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia, yang rencananya diadakan pada 16-20 Oktober mendatang, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Lewat pameran berskala internasional ini, pemerintah ingin menjaring lebih banyak buyers asing juga pengunjung domestik. Mereka bakal disuguhkan dengan produk-produk buatan dalam negeri yang berkualitas dan memenuhi standar internasional.

Konferensi pers Trade Expo Indonesia

“Saya rasa kita harus bisa meng-gangnam-kan diri kita sendiri ke dunia. Bagaimana supaya Indonesia ini lebih dikenal sebagai negara yang bisa menghilirisasikan dirinya dengan produk-produk yang berkualitas, yang bisa bersaing, dengan produk-produk yang bisa diproduksi di manapun,” ujar Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan, di acara konferensi pers TEI 2013, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Di TEI yang ke-28 ini akan ada sekitar 2 ribu peserta pameran, mulai dari perusahaan besar hingga kelas UKM. Produk yang akan ditampilkan cukup beragam, diantaranya komponen otomotif, furnitur, bahan bangunan, peralatan rumah tangga, makanan dan minuman, hingga fashion.

MS Hidayat Menteri Perindustrian (kiri), Gita Wirjawan Menteri Perdagangan (tengah), dan Sofjan Wanandi Ketua Umum Apindo (kanan)

Bukan hanya itu, pameran ini juga menyediakan produk jasa, seperti tenaga kerja terlatih, jasa pertambangan, hingga jasa asuransi dan perbankan. Ditekankan Kemendag, peserta pameran adalah perusahaan-perusahaan terpilih dengan produk-produk unggulannya. “Yang istimewa, kami juga launching otomotif (seperti) mobil murah dan ramah lingkungan yang nanti akan dipamerkan," MS Hidayat, Menteri Perindustrian menambahkan dalam kesempatan yang sama.

“Kami ingin sekali ini (TEI) jadi momen Indonesia untuk memperkuat barang-barang produksi nasional dari hulu ke hilir," lanjut dia.

Dengan produk-produk tersebut, pemerintah dan peserta pameran tentu tidak hanya membidik pengunjung domestik, tetapi juga mancanegara. Jika pada penyelenggaraan tahun lalu, buyers asing yang datang sekitar 5 ribu, maka pada tahun ini kementerian menargetkan sekitar 10 ribu buyers.

Tahun lalu, Gusmardi Bustami, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, menyebutkan, sebanyak 80 persen dari total buyers asing berasal dari negara-negara non tradisional, dengan Nigeria menjadi yang terbesar. Ia lalu mengatakan, nilai transaksi buyers dari negara-negara non tradisional mencapai lebih US$ 700 juta. “Pada kali ini diharapkan (buyers) akan banyak datang dari negara-negara latin dan Central America," tutur Gusmardi.

Kepada para buyers atau pengunjung mancanegara, pihak penyelenggara pun menyediakan sejumlah fasilitas untuk menambah rasa nyaman dalam berkunjung dan bertransaksi di TEI. Pengunjung asing bisa mendapatkan fasilitas penerjemah, yang tahun ini disediakan untuk enam bahasa, diantaranya bahasa China dan Arab. Terdapat pula fasilitas penukaran uang (money changer).

Selain itu, pada TEI tahun ini, target pengunjung domestik ditetapkan sebesar 25  ribu orang. Dengan target pengunjung dan buyers yang demikian besar, Gita berujar, besaran transaksi diharapkan bisa lebih banyak dari tahun lalu. “Kami juga menargetkan transaksinya lebih dari US$ 2 miliar di 2013. Ini akan jadi rekor,” sebutnya.

Dari sisi pengusaha, Sofjan Wanandi, selaku Ketua Umum Apindo, menuturkan, pengusaha siap membantu pemerintah untuk mensukseskan penyelenggaraan TEI. “Kita ingin buktikan juga bahwa pengusaha-pengusaha kita bisa jadi tuan rumah di negara sendiri," tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)