Telkom Corpu Kembali Raih Penghargaan dari GlobalCCU

Konsistensi Telkom Corporate University atau Telkom Corpu mencetak SDM (sumber daya manusia) kelas dunia mendapat pengakuan organisasi HR (human resources) dunia. Tahun 2015 Telkom Corpu meraih Global Council of Corporate University (GlobalCCU) Awards sebagai Best Overall Category pada ajang HR dunia yang diselenggarakan dua tahunan di Perancis. Tahun ini, Telkom Corpu kembali meraih penghargaan dari GlobalCCU yang award-nya akan diserahkan di Paris, Prancis, pada 5-6 April 2017 nanti.

GlobalCCU adalah lembaga yang didirikan Annick Renaud-Coulon pada tahun 2005. Tujuan GlobalCCU adalah menyatukan jaringan global yang terdiri dari profesional corporate university serta membantu anggotanya belajar dari pengalaman masing-masing. GlobalCCU memiliki platform kolaborasi dengan anggota afiliasi yang terdiri lebih dari 50 negara pada lima benua.

Hingga hari ini Senior General Manager Telkom Corpu, Danang Baskoro mengaku belum tahu jenis penghargaan yang diraih Telkom Corpu tahun ini. “Penyerahannya baru awal April nanti memang belum disebutkan detil, tapi Chief Human Capital Officer PT Telkom Herdy Harman dan saya sudah memperoleh undangan menghadiri penobatan learning center terbaik di dunia itu,” ujarnya.

Bagi Telkom, penghargaan kelas dunia ini penting untuk meningkatkan standar kualitas corporate university berkelanjutan. “Juga merupakan upaya kami mengkalibrasi standar dunia atas layanan corporate learning yang kami miliki,” katanya di Telkom Corpu belum lama ini.

Selain itu pada Januari 2016, penghargaan tingkat Asia diraih Telkom Corpu dalam ajang Most Admire Knowledge Enterprise (MAKE). Pada penghargaan yang diserahkan institusi Global Independent Operating Unit di Hongkong itu Telkom merupakan satu-satunya perusahaan Indonesia diantara 12 perusahaan terkemuka global di Asia dengan parameter keberhasilan pengelolaan knowledge management secara efektif.

Sedangkan pada penghargaan GlobalCCU ditujukan untuk mendorong perusahaan menciptakan proses pembelajaran yang kian meluas, melibatkan multi sumber, serta mendorong makin banyak pengguna sekaligus produser sumber pengetahuan.

Telkom Corpu Terus Kembangkan Metode Baru

Dalam perjalanannya sejak berdiri pasa 2012 Telkom Corpu terus melakukan penyesuaian dalam pengembangan HR di Telkom. Lembaga ini sebelumnya learning center dengan fokus peran pusat pelatihan semata. Dengan menjadi Telkom Corpu, lembaga ini memiliki 3 tugas utama yaitu pengembangan kompetensi kepemimpinan, pengembangan kompetensi skill fungsional dengan pelatihan dan edukasi merujuk bidang ilmu terapan yang relevan, serta solusi dan rekomendasi bisnis kepada seluruh unit usaha Telkom Group.

Sejak dua tahun terakhir metode pembelajaran yanv diberikan bukan hanya di kelas tapi juga dengan e-learning. Tiap tahun sekitar 120 ribu karyawan Telkom Group menggunakan metode e-learning dalam proses pembelajarannya, hanya 19-20 ribu orang di kelas.

Danang mengatakan sekitar bulan April atau Mei tahun ini pihaknya akan memasukkan berkas proses akreditasi berskala global yang diharapkan dapat dicapai standar tersebut akhir tahun ini. Berkas dan proses akreditasi ini diajukan ke akreditor global terpercaya, European Foundation for Management.

Akreditasi tersebut diharapkan makin meningkatkan reputasi atas standar kehandalan layanan Telkom Corpu, baik dari metode yang diberikan maupun keberadaan sumber daya pengelola proses pembelajarannya.

“Akreditasi ini terutama agar makin meningkatkan standar kualitas proses pembelajaran dalam rangka membangun dan meneguhkan budaya pembelajaran bagi seluruh karyawan Telkom Group. Learning process di Telkom Corpu dilakukan dengan integrated learning cycle yaitu proses pembelajaran mulai dari self learning, e-learning, classical, assigment, coaching, mentoring, sharing community of practice, hingga tacit knowledge forum,” sambungnya.

Menurut Danang, tahapan learning culture tadi sudah dilakukan meski penerapannya belum maksimal. Pada saat ini, dari seluruh tahapan proses pembelajaran tersebut, yang sedang masif dilakukan adalah metode self learning dan e-learning berupa penyediaan aplikasi mobile bernama Cognitium Video.

Aplikasi yang dihadirkan dalam platform Ios maupun Android ini dihadirkan sejak November tahun lalu, berisikan materi pembelajaran berupa aneka klip video singkat yang bersifat panduan teknis maupun manajerial terkait bidang kerja di Telkom Group.

Saat ini, kata dia, material video memang masih banyak berasal buatan mentor (widyaiswara dan expert internal) di Telkom Corpu. Namun ke depan, diharapkan karyawan juga terdorong membuat konten pula.

“Proyeksi kami, nanti pembelajaran di kelas akan makin sedikit karena karyawan bisa belajar dari mana saja dan kapan saja, dengan menggunakan media apa saja. Kalaupun masuk kelas, sifatnya lebih ditekankan pada penajaman dan diskusi lanjutan dari metode dasar yang karyawan lihat di Cognitium Video,” katanya.

Telkom Corpu juga sudah menjadi pusat sejumlah rekomendasi bisnis, seperti penerapan rekrutmen inovatif melalui Socio Digi Leader, kajian penguatan pengalaman kustomer layanan musik Melon dan Langit Musik, hingga kajian bisnis untuk PT Telin di Hongkong. Hal ini sejalan dengan prinsip layanan “from compotence to commerce”.

“Bahkan kami sudah didorong untuk berikan layanan learning center ini juga ke luar. Khususnya kepada sesama BUMN, agar sinergi sesama BUMN makin baik dalam rangka memberikan kontribusi untuk bangsa Indonesia,” katanya bangga.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Fuji Xerox Perkenalkan Printer Nirkabel Generasi Terbaru

Bisnis di era disruptif menuntut para pelakunya bergerak lebih cepat. Solusi-solusi yang makin praktis dan cepat sangat dicari saat ini....

Close