Telkomsigma Targetkan Revenue 2015 Senilai Rp 2,5 Triliun

Hingga akhir tahun 2015, Telkomsigma menargetkan revenue sebesar Rp 2,5 triliun. Target itu mengalami kenaikan Rp 500 miliar dari pencapaian pendapatan tahun buku 2014 senilai Rp2 triliun. “Kami siap bersaing untuk menghadapi MEA 2015 dengan berbagai keunggulan kompetitif yang telah dibangun hingga saat ini. Kami pun telah menyusun strategi untuk memenuhi target revenu tahun ini,” kata Judi Achmadi, CEO Telkomsigma.

Judi Achmadi, CEO Telkomsigma Judi Achmadi, CEO Telkomsigma

Target revenue 2015 optimistis tercapai dengan tiga portfolio bisnis yang dimiliki Telkomsigma. Pertama, System Integration dengan kontribusi pendapatan 50%. Kedua, Data Center dengan kontribusi pendapatan 35% dan Managed Serviced dengan kontribusi 15%. “Untuk produk dan layanan data center di Indonesia, Telkomsigma masih menjadi market leader saat ini dengan panga pasar 35% dengan kapasitas data center seluas 65 ribu meter persegi. Rencananya tahun ini akan diperluas menjadi 100 ribu meterpesergi, sehingga market share Telkomsigma diharapkan bisa meningkat 50%,” jelas Judi lagi.

Adapun klien-klien Telkomsigma saat ini mayoritas dari industri financial & banking (30%); telko dan operator (40%), cross industry seperti BUMN dan private company (30%).

Menurut Judi, selama empat tahun buku diambil alih oleh PT Telkom Indonesia, Telkomsigma mengalami transformasi bisnis yang luar biasa. Pertumbuhan bisnis yang selalu mencapa dua digit setiap tahunnya, hingga ditahun 2014 yang lalu pertumbuhan revenue mencapai 10 kali lipat dibandingkan dengan sebelum diakuisisi Telkom. Perolehan ini bukan dengan mudah dicapai oleh Telkomsigma, sudah bisa dipastikan ada strategi bisnis handal yang diterapkan. Kondisi bisnis yang dijaga tetap kondusif dengan menjalin soliditas kerja maksimal seluruh kalangan usaha dan manajemen, semakin mendorong peningkatan kinerja yang sangat signifikan .

“Telkomsigma mengalami proses metamorfosa dalam ekspansi bisnis yang dilakukan sejak diakuisisi Telkom pada tahun 2010 yang lalu. Perubahan tersebut terjadi diberbagai aspek , mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, proses bisnis dan inovasi solusi berbasis ICT yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan industri. Pertumbuhan Telkomsigma selalu diatas pertumbuhan rata-rata industri dan saat ini kami telah menjadi leader di industri penyedia solusi dan layanan berbasis ICT,” ujar Judi.

Tidak hanya kian dipercaya dil ingkungan Telkom Group saja, Telkomsigma juga semakin dipercaya sebagai mitra teknologi oleh lebih dari 300 perusahaan yang berasal dari berbagai industri di Indonesia. Penyempurnaan struktur dan infrastruktur pendukung pun tak luput dari strategi akselerasi bisnis yang dilakukan oleh Telkomsigma. Semakin beruntung lagi dengan diperolehnya dukungan penuh dari Telkom dalam melakukan pembenahan tersebut. Termasuk pasukan tempur untuk menguasai pasar, Telkomsigma sepenuhnya didukung oleh Team sales Telkom dari Divisi Enterprise Services, Divisi Business Services and Divisi Government Services.

Sebagai perusahaan yang semakin tumbuh dan berkembang, Telkomsigma juga telah memperoleh sertifikat dari berbagai badan sertifikasi internasional yang membuat Telkomsigma yakin untuk disetarakan dengan perusahaan berkelas dunia seperti SAP, Oracle, dan lainnya.

“Melalui berbagai dukungan baik secara finansial dan non finansial, Telkom Indonesia telah menghantarkan Telkomsigma menjadi perusahaan penyedia Data Center dan Solusi IT yang diperhitungkan di Indonesia dan berpeluang untuk menjadi perusahaan berskala internasional,” kata Judi.

Sekadar informasi Telkomsigma adalah perusahaan Integrated ICT (Information Communication & Technology) Solutions di Indonesia. Sejak berdiri pada 1987, Telkomsigma terus berupaya menyediakan berbagai produk dan layanan inovatif berbasis ICT. Bisnis portofolio Telkomsigma mencakup layanan Managed Services, Software for Business Solutions, dan System Integrator. Dengan jumlah dan loyalitas klien yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Telkomsigma siap menjadi mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis klien.

Sejak tahun 2010, Telkomsigma resmi menjadi 100% anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM). Telkomsigma siap mendukung visi Telkom sebagai penyedia layanan TIME (Telecommunication, Information, Media, dan Edutainment), khususnya bidang “Information”, terdepan di Indonesia.

“Tantangan bisnis kami ke depan terletak pada 3P (people, process, profit). People terkait dengan kualitas SDM industri ICT yang harus di-drive dari luar (negeri). Untuk proses, berhubungan dengan knowledge yang masih membutuhkan view dari asing. Sedangkan profit kaitanya dengan SDM kita yang masih diperlakukan dengan aturan Indonesia, padahal skill dan tuntutannya mengikuti perkembangan industri global,” jelas Judi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)