Tergiur Bisnis Umroh, Garuda Siapkan 15 Pesawat

Bisnis haji dan umroh masih sangat menarik untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pada tahun ini, maskapai nasional kebanggaan Indonesia ini menyiapkan 15 pesawat. Tak tanggung-tanggung, pendapatan dari umroh ditargetkan minimal US$ 500 juta.

“Sementara, dari haji harus diperoleh minimal US$ 185 juta dan charter minimal US$ 100 juta dari SBU (Strategic Business Unit) yang baru ini. Kami tutup rapat untuk pasar ke Jeddah,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo.

Timur Tengah masih menjadi magnet di bisnis penerbangan. Garuda Indonesia akan meluncurkan rute baru Cengkareng-Madinah pada awal tahun ini. Dengan pesawat baru Airbus 330, perseroan juga telah menyiapkan rute Timur Tengah ke Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Medan.

Muhammad Arif Wibowo has been the Chief Executive Officer and President Director of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Berpose di kantor, Sajuta Edisi09 2015 Muhammad Arif Wibowo has been the Chief Executive Officer and President Director of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Berpose di kantor, Sajuta Edisi09 2015

“Seminggu ada yang 4 kali, 3 kali, dan 5 kali. Kami juga tengah mempertimbangkan rute Solo-Jeddah seminggu hanya 2 kali. Kami juga perkuat segmen premium ke Jakarta dengan menggunakan Boeing-777,” katanya.

Tahun ini, lanjut Arif, perseroan harus lebih jeli melakukan deployment pesawat dengan merekonstruksi rute-rute yang ada. Sepanjang tahun 2015, ada banyak rute yang tak maksimal digarap perseroan.

Seperti rute ke Tokyo sehari 4 kali. Sebagian akhirnya dipindahkan ke Cina dan Timur Tengah. Ada juga jalur Brisbane, Australia yang sudah jelas-jelas limited pay lot, selama setahun dipaksakan terbang. Perseroan akhirnya yang dirugikan. Kini, perseroan memilih strategi mendatangi pasar yang lebih spesifik agar kapasitas pesawat lebih ter-deploy dengan cukup baik

“Pada tahun 2015, traffic domestik naik 15%, tapi rata-rata kenaikan revenue hanya 9% karena rata-rata harga turun 11-12%. Karena nilai tukar turun, depresiasi rupiah meningkat, depresiasi Yen, Yuang, dan Won juga mempengaruhi. Top linenya flat saja, naik sih, tapi tidak banyak,” katanya.

Pada tahun ini, Garuda Indonesia akan mendatangkan 23 pesawat seiring proyeksi meningkatnya kapasitas penumpang sekitar 8% dan dibukanya ASEAN Open Sky. Rinciannya, lima Airbus-330, satu Boeing-777, sembilan ATR 72-600, dan delapan Airbus-320. Yang terakhir akan digunakan anak usahanya, Citilink.

Dari 23 pesawat tersebut, 15 pesawat akan dioperasikan untuk penerbangan haji dan umroh. Salah satunya jenis pesawat berbadan lebar (wide body), seperti Boeing-777. Hal itu seiring dengan persaingan di pasar haji dan umroh yang semakin kompetitif seiring banyaknya penerbangan asing yang melayani rute Mekkah dan Madinah. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)