Ternyata, 80% Masyarakat Beli Rumah Secara Kredit

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada triwulan IV 2012, sebanyak 80% masyarakat Indonesia masih menggunakan kredit kepemilikan rumah (KPR) sebagai sumber pembiayaan untuk pembelian rumah.  Sedangkan 11,33% menggunakan metode tunai bertahap dan 8,67% tunai keras.

Hal tersebut seperti di katakan Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Raharjo Adisusanto. Ia berujar, dalam beberapa tahun terakhir portofolio KPR di Indonesia tumbuh secara signifikan.

Pada akhir 2012, outstansing portofolio KPR di Indonesia mencapai Rp 222 triliun, meningkat 20 kali lipat dibandingkan 2002 yang ada di posisi Rp 11 triliun.

Di sisi lain, rasio KPR terhadap total kredit perbankan juga terus mengalami kenaikan sejak 2002. Pada 2002, rasio KPR terhadap total kredit perbankan berada di posisi 2,91%, sedangkan posisi 2011 8,30% dan posisi 2012 8,21%.

Untuk meningkatkan rasio KPR terhadap total kredit perbankan yang saat ini masih berada di bawah 10%, pada tahun 2005 pemerintah mendirikan SMF yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) bidang pembiayaan sekunder perumahan.

"SMF didirikan untuk mengatasi pemenuhan kebutuhan dana jangka panjang bagi penyalur KPR agar tidak terjadi kesenjangan jatuh tenpo dan mempercepat pertumbuhan volume KPR," katanya.

Menurut Raharjo, SMF berperan mengalirkan dana dari pasar modal kepada penyalur KPR melalui transaksi sekuritas dengan penerbitan Efek Beragun Aset Kredit Perumahan Rakyat (EBA KPR) dan penyaluran pinjaman yang dananya berasal dari penerbitan obligasi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)