Thomson Medical, Menyongsong Kehadiran Rumah Sakit

PT Menteng Medika Indonesia bekerjasama dengan Thomson Singapore mendirikan Thomson Medical Pte Ltd, klinik kesehatan yang kini telah memiliki tiga cabang. Cabang pertama berdiri di seputaran Menteng pada April 2014. Disusul kemudian klinik kedua di Gedung Talavera, TB Simatupang dan Pacific Place. President (Indonesia) Thomson Medical Pte Ltd, Pitono Yap menuturkan peluang bisnis jasa kesehatan di Indonesia masih sangat menguntungkan. Pertumbuhan ekonomi yang bagus membuat kelas menengah tumbuh pesat. Sarana kesehatan di Tanah Air juga masih kurang, tak sebanding dengan permintaannya yang terus merangkak naik.

“Banyak orang Indonesia yang berobat keluar negeri. Karena dari luar negeri, kami menggunakan standar yang sama dari sana kesini. Harapannya, orang-orang akan kemari karena pusatnya memang di sana, tapi cabangnya ada di mana-mana,” kata dia.

President (Indonesia) Thomson Medical Pte Ltd, Pitono Yap President (Indonesia) Thomson Medical Pte Ltd, Pitono Yap

Usia klinik mereka memang baru setahun. Ibarat bayi, mereka masih dalam masa pertumbuhan. Namun, Yap mengaku pihaknya berkeinginan untuk mendirikan rumah sakit seperti halnya Thomson Singapura yang awalnya merupakan Rumah Sakit Ibu dan Anak, yang juga telah memiliki cabang di Malaysia. Harapannya, mereka sudah bisa memulai proses pembangunan rumah sakit atau bekerjasama dengan pihak lain pada tahun 2016 mendatang.

“Rencananya, ke depan akan membuka rumah sakit dan juga center-center yang lain seperti dental center, skin center, center untuk bayi tabung. Hanya saja, persiapan dan proses ke arah sana agak lebih sulit. Investasinya sangat besar tapi menjanjikan dalam jangka panjang. Mana ada sih rumah sakit yang tutup. Rumah sakit baru untung setelah tiga tahun, sementara klinik lebih cepat yaitu dua tahun,” ujarnya.

Untuk menggenjot pendapatan, lanjut dia, Thomson Medical menyasar segmen korporat. Sebagian besar perusahaan kini telah menyadari pentingnya berinvestasi di bidang kesehatan untuk para karyawannya. Jika karyawan sehat, produktivitas akan terjaga. Kinerja perusahaan juga tidak akan terganggu. Upaya menyasar segmen korporasi dilakukan dengan menggandeng lebih dari 30 asuransi jiwa maupun kesehatan.

“Kami mencoba memberi layanan yang lebih baik daripada klinik lain. Dalam bidang marketingnya juga, pemasaran kliniknya, kami mencoba lebih inovatif dalam produk-produknya. Kita juga kerjasama dengan berbagai pihak seperti asuransi, bank, dan lainnya untuk menggelar headtalk (diskusi kesehatan), yang sering dikombinasi dengan program vaksinasi flu, dan lainnya. Di acara tersebut, kami memperkenalkan klinik Thomson,” katanya.

Perusahaan yang menjadi klien Thomson Medical mendapat keuntungan dari program pencegahan misalnya vaksinasi flu, Ebola, dan lainnya. Ada juga program pencerahan tentang kesehatan dan penyakit terkini serta misalnya tips unik menjaga berat badan dan gaya hidup yang sehat. Dengan demikian, karyawan mengetahui cara menjaga tubuhnya agar tidak terkena penyakit serius seperti stroke dan jantung. Upaya pencegahan lainnya juga bisa dilakukan dengan general check-up. “Semua atas permintaan perusahaan. Misalnya, pelatihan cara berhenti merokok, atau tentang virus Ebola yang masih hangat dibicarakan. Mencegah tentu lebih murah daripada mengobati,” ujarnya. (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)