Tiga Prioritas Program Presdir Baru Jamsostek

Memasuki hari ke 17 masa kerjanya, kesibukan Elvyn G Masassya semakin bertambah. Sejak dilantik sebagai Presiden Direktur baru PT Jamsostek (Persero) pada tanggal 8 Agustus 2012, EGM, nama bekennya, bergegas melakukan pembenahan organisasi. Ada tiga program utama yang tengah dijalankan untuk memajukan perusahaan pemberi jaminan finansial plat merah itu. Apa saja?

Elvyn G Masassya, Presiden Direktur PT Jamsostek (Persero)

Pertama, melakukan pengawalan terhadap regulasi terkait proses transformasi Jamsostek menjadi Badan Penyelengaraan Jaminan Sosial (BPJS). Mengingat undang-undang BPJS akan diikuti oleh peraturan pemerintah, maka mantan Komisaris PT Bank Bali ini berinisiatif memberi masukan ke pemerintah karena peraturan tersebut akan berpengaruh terhadap operasional organisasi. “Sejauh ini, organisasi sudah menyiapkan rencana persiapan untuk menjadi BPJS di awal 2015 kelak. Kami ingin mengawal peraturan ini agar organisasi bisa berjalan dengan baik,” cetus pria kelahiran Medan 18 Juni 1967 ini.

Fokus kedua adalah menyiapkan dan menyempurnakan operasional perusahaan. Contohnya, bagaimana menajamkan strategi organisasi yang sebelumnya berorientasi pada produk atau program ke customer oriented, menyempurnakan organiasai secara menyeluruh dari kantor pusat, kantor wilayah, dan kantor cabang, menempatkan orang-orang yang sesuai dengan kompetensinya, memperbaiki bisnis proses, menanamkan kultur kepada insan Jamsostek sebagai perilaku yang lebih profesional. “Saya menyiapkannya dalam teamwork, open mind, passion, action, sense of belonging and ownership (TOPAS),” EGM menguraikan.

Langkah terakhir, melakukan komunikasi dan sosialiasi secara masif kepada stakeholder. Caranya, dengan pendekatan profesionalitas, keterbukaan, dan kebersamaan, serta konsistensi. Singkatnya, ia menerapkan konsep kolegial yang proporsional. Dari aktifitas tersebut diharapkan publik dan stakeholder mengetahui arah dan tujuan Jamsostek.

“Sampaikan apa yang menjadi tujuan dan buatlah sistem yang jelas. Contohnya, saat ini kami sedang melakukan fit and proper test kepada kandidat-kandidat yang memenuhi syarat. Jadi isinya adalah mengedepankan objektifitas, menihilkan subjektifitas,” jawab EGM saat ditanya soal tantangan perombakan SDM di Jamsostek.

Sekadar catatan, jumlah peserta Jamsostek per Agustus 2012 mencapai 10,9 juta jiwa. Akhir tahun diprediksi sebesar 11 juta orang. Sedangkan untuk dana investasi, sudah mencapai Rp 124 triliun dari target hingga akhir tahun ini sebesar Rp 125,7 triliun.

Untuk hasil investasi per Agustus 2012 sebesar Rp 9 triliun. Pembagiannya, obligasi Rp 3,5 triliun, saham Rp 3,1 triliun , time deposit Rp 1,7 triliun dan direct invesment serta properti Rp 600 miliar. Hingga akhir tahun ini, target hasil investasi diharapkan menembus Rp 12,2 triliun.(EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)