Tingginya Kreatifitas dan Inovasi IKM di Tegal

Kota Tegal bukan hanya terkenal dengan warung tegal (warteg)-nya saja. Kota yang dilewati oleh jalur Pantura ini juga terkenal dengan slogan “Tegal, Jepangnya Indonesia.” Ini karena industri kecil dan menengah (IKM), khususnya di bidang komponen, mampu untuk membuat beragam jenis produk.

“Jadi teman-teman IKM di Tegal itu inovasinya tinggi dan kreatif, termasuk dalam hal mencari pangsa pasar,” terang Toto Subandriyo, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal,  di sela-sela peresmian Lembaga Pengembangan Bisnis yang bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra, di Tegal, Jumat (12/4/2013).

Toto Subandriyo, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal

Dijelaskan Toto, ada ribuan industri yang berdiri di Tegal. Jenisnya industrinya pun beragam, mulai dari pangan, tekstil, hinggga logam. “Tapi, komponen inti pengembangan industri kita di Tegal itu logam, dan khususnya komponen kapal. Itu menjadi komponen inti yang ditetapkan Kementerian Perindustrian,” imbuhnya.

Mengenai komponen, lanjut dia, para IKM di Tegal memang terkenal mampu untuk membuat beragam macam komponen, mulai dari komponen alat berat, alat pertanian, hingga otomotif. Bahkan, bila IKM diberikan sebuah komponen untuk dibuatkan satu lagi barang yang serupa, maka IKM bisa membuatnya dengan waktu yang singkat. “Persis seperti itu, ya mungkin dari standar dan kualitasnya masih perlu dilakukan kajian, tapi mereka sangat kreatif. Apapun komponen atau alat yang diminta, itu mereka bisa,” tegasnya.

“Jadi, jiwa inovasi mereka itu tinggi sekali, sehingga kita sampai sekarang masih mempertahankan itu. (Tegal) termasuk menjadi sentra ataupun kiblat dari komponen industri logam,” ucap dia melanjutkan. Karena kepiawaian IKM, maka banyak pengusaha di luar Tegal yang datang untuk berguru. Alhasil, timbullah slogan bahwa Tegal adalah Jepangnya Indonesia.

“Itu (slogan) justru datangnya dari masyarakat umum karena mengetahui, ‘Oh, ketika masyarakat di luar Kabupaten Tegal datang ke sini, menemukan ternyata orang-orang Tegal pintar membuat itu ya.’ Slogan itu sudah puluhan tahun. Sampai sekarang itu menempel di masyarakat Tegal,” cerita Toto.Bahkan, para IKM Tegal pun gemar menamakan produknya dengan nama berbau bahasa Jepang.

“Dan itu kita harapkan, kita bisa menjaga label itu dengan pengembangan, termasuk pemberdayaan dan kerja sama dengan LPB,” tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)