Tingkat Keterisian Kargo SA Naik 0,7 Persen

Sepanjang bulan September 2015, sistem angkutan penumpang Singapore Airlines (SA)yang diukur dalam pendapatan penumpang tiap kilometer, mengalami penurunan sebesar 1,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana hal ini sejalan dengan pengurangan kapasitas sebesar 1,1 persen (diukur dalam kilometer kursi yang tersedia). Akibatnya, tingkat isian penumpang (passenger load factor) mengalami peningkatan sebesar 0,1 persen menjadi 80,8 persen

Singapore Airlines Singapore Airlines

Tingkat isian penumpang (PLF) untuk rute Pasifik Barat Daya, Asia Barat dan Afrika mengalami peningkatan, sementara tingkat isian penumpang (PLF) untuk rute Amerika, Eropa, dan Asia Timur mengalami penurunan yang disebabkan oleh melemahnya permintaan penumpang. Keadaan pasar tetap menantang sementara itu kegiatan-kegiatan promosi akan berlanjut di pasar-pasar yang relevan.

Sistem angkutan penumpang SilkAir meningkat 7,8 persen secara year-on-year, dibandingkan dengan peningkatan kapasitas sebesar 9,2 persen. Oleh karenanya, tingkat isian penumpang (passenger load factor) mengalami penurunan sebesar 0,8 persen menjadi 66,7 persen. Untuk Kawasan Asia Barat, tingkat isian penumpang (PLF) mengalami penurunan dikarenakan pertumbuhan penumpang yang diangkut tidak sesuai dengan pertumbuhan kapasitas.

Sistem angkutan penumpang Scoot meningkat sebesar 21,7 persensecara year-on-year karena adanya perluasan jaringannya ke Osaka dan Kaohsiung pada bulan Juli 2015. Kapasitas sistem angkutan penumpang Scoot meningkat sebesar 14,8 persen seiring dengan penambahan armada operasi, yaitu dari enam pesawat (tipe 777) tahun lalu menjadi delapan pesawat (7 pesawat tipe 787 dan satu pesawat tipe 777) pada bulan September 2015. Oleh karenanya, PLF meningkat sebesar 4,8 persen menjadi 83,5 persen.

Sistem angkutan penumpang Tigerair mencatat penurunan sebesar 3,8 persen dibandingkan dengan penurunan kapasitas sebesar 3,7 persen. Akibatnya, tingkat isian penumpang (passenger load factor) mengalami penurunan sebesar 0,1 persen menjadi 81,7 persen.

Secara keseluruhan, tingkat keterisian kargo atau cargo load factor (CLF) meningkat sebesar 0,7 persen karena lalu lintas kargo (diukur dalam kilometer-ton-angkutan) meningkat sebesar 4,4 persen dibandingkan pertumbuhan kapasitas sebesar 3,3 persen. Tingkat keterisian meningkat untuk rute-rute Asia Timur, Pasifik Barat Daya serta Asia Barat & Afrika dikarenakan permintaan melebihi perubahan kapasitas. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)