Tingkatkan Kinerja, Medco Power Garap 9 Proyek

Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan populasi kelas menengah baru membutuhkan pasokan energi yang besar, khususnya listrik. Untuk itu, PT Medco Power Indonesia (MPI) telah memasang kuda-kuda untuk merespons pertumbuhan permintaan energi tersebut dengan menggarap 9 proyek pembangkit listrik. Nantinya, pengoperasian proyek pembangkit listrik bisa memicu kinerja perseroan sebanyak 4 kali di masa depan.

Fazil E. Alfitri, Presdir MPI, mengatakan, pembangunan 9 proyek tersebut bisa mengangkat pertumbuhan kinerja perseroan hingga 4 kali lipat di masa mendatang. Berdasarkan hitung-hitungannya, permintaan listrik di Indonesia tumbuh 5.000 MW sampai 6.000 MW per tahun. Untuk itu, MPI mengalokasikan dana hingga US$ 800 juta untuk membiayai proyeknya tersebut. “Modalnya cukup besar,” katanya.

Fazil, CEO Medco Power Indonesia Fazil E. Alfitri, CEO Medco Power Indonesia

Proyek perseroan yang sedang dibangun di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP/geothermal) 330 megawatt (MW) di Sarulla, Sumatera Utara. Proyek ini akan dioperasikan bertahap mulai tahun 2016 dan akan menjadi PLTP terbesar di dunia. “Untuk 2 tahun ke depan, Medco Power Indonesia akan fokus mengerjakan proyek-proyek perseroan,” kata Fazil.

Selain membangun PLTP Sarulla, perusahaan yang dimiliki pengusaha Arifin Panigoro ini juga menggarap 5-6 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) 50 MW. Menurut Fazil, ini adalah proyek pembangkit listrik di wilayah yang sulit terjangkau oleh listrik. Sumber energinya dari arus sungai. Jadi daerah ini nantinya bisa mandiri menyediakan listriknya sendiri. “Proyek perseroan bukan hanya bisa membuat perusahaan tumbuh 4 kali tapi juga tapi juga signifikan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia,” tuturnya.

Lokasi proyek PLTMH tersebut berada di Provinsi Jawa Barat. “Pembangunan konstruksinya sudah dimulai,” ujarnya singkat. Proyek selanjutnya, MPI menggarap Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 100 MW di Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau. PLTG ini juga dirancang untuk dapat dikembangkan menjadi Combined Cycle, sehingga total kapasitas listrik menjadi 110 mw. Proyek ini sedang terhambat karena terkendalam oleh pasokan gas yang terbatas jumlahnya.

Medc0-Fazil4

PT Energi Listrik Batam, anak usaha MPI, mengelola pembangunan PLTG Tanjung Uncang. Pada tahun 2013, Energi Listrik Batam mendapat pinjaman dari .PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Indonesia Infrastructure Finance sebesar US$48 juta. Dana itu digunakan untuk membiayai pembangunan dan konstruksi PLTG Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau. Adapun, saham MPI dimiliki PT Medco Energi Internasional, Tbk (MEDC) sebesar 49%.

Selanjutnya, Fazil mengusulkan pemerintah menerapkan kebijakan yang ramah terhadap iklim investasi, sehingga memperlancar proyek pembangunan pembangkit listrik. “Contohnya perizinan bisa dipermudah menjadi satu pintu dan birokrasi tidak berbelit-belit. Itu yang kami inginkan agar tidak ada lagi hambatan kepada pelaku-pelaku usaha, terutama kelistrikan untuk mengerjakan project-nya,” ia menerangkan. Fazil juga menambahkan pihaknya berkonsentrasi menyelesaikan proyek perseroan tanpa mengabaikan bisnis perseroan di lokasi lainnya.

Medco terus berupaya membangun pembangun listrik yang menggunakan teknologi ramah lingkungan. Selain pembangkit listrik yang berkapasitas kecil, Medco juga membangun PLTP di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur berkapasitas 110 megawatt dengan menyedot investasi US$ 400 juta. (VKY)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)