Tips Sukses Berbisnis dari Rajanya Pilkita

Mau sukses dalam berbisnis, simak tips berikut ini dari Purwanto Rahardjo, pendiri sekaligus CEO PT Marguna Taraluta APK Farma, produsen obat Pilkita. Dalam berusaha, harus memiliki garis besar bisnis. Pertama, produk harus diminati konsumen. Jangan pernah sekalipun memiliki ide atau gagasan yang tidak bakal diminati masyarakat, terutama golongan kelas menengah ke bawah.

“Bisnis itu seperti piramida, di bawah ini lebih luas, sementara di ujungnya lebih sedikit. Pedomannya, memproduksi itu harus yang sudah ada konsumennya. Jangan diproduksi dulu, baru mencari pembeli. Itu bisa gagal,” katanya.

Kalau pembeli sudah ada, lanjut dia, produk yang dibuat pasti akan laku. Tapi, ada satu hal yang juga tidak kalah penting. Produk yang dibuat, terutama obat-obatan, harus manjur. Percuma, jika produknya dihiasi banyak manfaat tapi hanya di bibir saja. Usianya tidak akan lama karena bakal habis ditelan zaman.

Ketiga, produk yang dipasarkan harus dikenal masyarakat luas. Untuk itulah, perlunya promosi di banyak media, termasuk media sosial, yang saat ini tengah digandrungi. Keempat, sumber daya manusia baik di lini produksi maupun lini pemasaran harus yang berkualitas.

Purwanto Rahardjo, pendiri sekaligus CEO PT Marguna Taraluta APK Farma (Pilkita) Purwanto Rahardjo, pendiri sekaligus CEO PT Marguna Taraluta APK Farma (Pilkita)

“Keempatnya harus dipenuhi baru bisnis bisa berjalan dan sukses. Jika salah satu tidak bisa dipenuhi, bisa gagal. Harga harus yang terjangkau sehingga bisa dibeli dan perusahaan tetap untung,” katanya.

Purwanto mencontohkan keputusannya mengambil alih Deltomed Laboratories, yang awalnya adalah perusahaan jamu pesaing asal Kalimantan yang nyaris bangkrut, didasarkan kepada pemahaman bahwa produk jamu yang modern dan berbentuk tablet akan laris di pasaran.

Keputusannya menanamkan investasi besar di mesin pembuat ekstrak herbal juga didasarkan pada tingginya peminat ekstrak herbal di Indonesia. Ia tak ragu sedikitpun karena pembelinya sudah ada, yakni Deltomed Laboratories dan PT Marguna Taraluta APK Farma.

“Saya yakin karena yang menghidupi adalah yang beli. Setelah bekerja, sampai overkapasitas, kemudian mencari lubang penjualan lagi, sampai lintas negara. Ada pameran di Amerika, Jeman, dan akhirnya dapat pembeli dari Amerika juga,” katanya.

Mesin yang memproduksi ekstrak itu akhirnya diperoleh dari Jerman. Purwanto mendirikan PT Tri Rahardja (Javaplant) untuk mengelola pabrik pembuatan ekstrak herbal. Tahun 2014, omsetnya mencapai Omsetnya, tahun 2014 mencapai US$20 juta dengan volume produksi ekstrak 150-250 ton. Sebagian besar produk mereka diekspor ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, terutama Jepang.

Anda tertarik untuk mencobanya?  (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)