Total Ekspor Toyota Capai 100.000 Kontainer

Sejak ekspor komponen perdana pada tahun 1988, Toyota telah membukukan volume ekspor kendaraan terurai atau CKD (Complete Knock Down) parts sebesar lebih dari 700.000 unit, kendaraan sebanyak lebih dari 477 juta unit, mesin utuh sebanyak lebih dari 1 juta unit, lebih dari 8 juta unit komponen mesin, 215 unit die (alat pencetak yang digunakan dalam proses pengepresan) serta 603 unit jig (alat bantu dalam proses pengelasan).

1

Volume ekspor komponen ini meningkat secara signifikan sejak dimulainya proyek IMV (International Innovative Multi-purpose Vehicle). Pada hari Jumat (20/6) Toyota mengumumkan pencapaian ekspor komponen kendaraan yang telah mencapai 100.000 kontainer.

Guna memperkuat basis ekspor, Toyota berupaya meningkatkan kinerja ekspor baik melalui peningkatan kualitas, daya saing termasuk dengan memperluas pasar atau negara tujuan. “Untuk memperkuat posisi sebagai basis produksi, tidak bisa mengandalkan pasar dalam negeri saja. Oleh karena itu ekspor juga harus jadi prioritas,” kata Masahiro Nonami, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia

Secara keseluruhan, ekspor mobil Toyota dalam bentuk CBU (Complete Build-up Unit) meningkat dari 55.796 unit pada tahun 2010 menjadi 118.436 unit pada tahun 2013 atau naik sebesar 112,27%. Sementara itu pada lima bulan pertama tahun 2014 tercatat sebanyak 53.064 unit kendaraan Toyota telah diekspor ke berbagai negara. “Diharapkan target 30% bisa tercapai dengan meningkatkan ekspor untuk pasar Timur Tengah, terutama untuk jenis kendaraan sedan Vios,” ujar Nonami.

Ekspor kendaraan utuh perdana Toyota dimulai pada taun 1987 berupa Kijang Super atau Kijang generasi ke-3. Saat itu model tersebut menjadi ekspor Toyota yang dikirimkan ke beberapa negara di kawasan Asia-Pasifik. Seperti halnya komponen, ekspor CBU Toyota mengalami peningkatan sejak dimulainya proyek IMV di tahun 2004. Toyota telah mengirimkan lebih dari 590.000 unit kendaraan utuh sejak 1987 hingga Mei 2014. “Nilai ekspor Toyota nilai ekspor hinga Mei 2014, sudah mencapai lebih dari US$12 miliar sejak ekspor perdananya,” tambah Nanomi.

Dalam kesempatan yang sama, Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, mengatakan bahwa tantangan untuk meningkatkan ekspor itu tidak mudah. Selain standar kualitas yang tinggi, upaya peningkatan ekspor juga sangat tergantung pada kondisi perekonomian negara tujuan.

“Karena itu kami terus berupaya memperluas pasar agar mempunyai alternatif pasar yang lebih beragam, sehingga resiko kondisi perekonomian suatu negara tujuan yang kurang menguntungkan tidak begitu berdampak pada pencapaian target ekspor kami,” papar Warih. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)