Tower Bersama Terbitkan Surat Utang untuk Bayar Utang

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi senilai US$ 500 juta. sekitar 81% hasil bersih dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk melunasi pinjaman yang akan jatuh tempo, serta mempercepat pelunasan.

"Sisanya 19 persen akan digunakan untuk ekspansi perseroan dalam mendukung pertumbuhan bisnis," kata Direktur Tower Bersama, Helmy Yusman Santoso di Jakarta, Kamis (7/3).

Rencana penerbitan obligasi dengan maksimal kupon 8% ini telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Helmy mengatakan, sebenarnya perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman sebesar US$ 250 juta belum dicairkan. Namun, untuk meragamkan sumber pendanaan perseroan menerbitkan obligasi.

Tenor obligasi global yang akan diterbitkan perseroan itu berdurasi selama lima tahun. Akan dipasarkan kepada investor di AS, negara-negara Eropa, juga Asia. Perusahaan yang bergerak dalam penyediaan menara telekomunikasi (BTS) itu akan melakukan "roadshow" atau mencari calon investor mulai akhir Maret ke Asia dan Eropa.

"Obligasi yang dikeluarkan perseroan cukup baik. Kami memiliki kontrak jangka panjang untuk penyewaan menara telekomunikasi selama 10 tahun," tambahnya.

Terkait dengan kurs nilai tukar rupiah yang saat ini cenderung mengalami pelemahan, Helmy mengatakan pihaknya tidak mengkhawatirkan kondisi itu dikarenakan perseroan menerapkan sistem "hedging" bertahap.

TBIG memperkirakan bisnis infrastruktur terutama bidang telekomunikasi di dalam negeri masih akan terus berkembang ke depannya. Perseroan menganggarkan belanja modal (capex) mencapai US$ 250 juta yang difokuskan untuk meningkatkan jumlah antena generasi ketiga (3G) seiring dengan kebutuhan akses data masyarakat.

Hingga akhir 2012, TBIG memiliki dan mengoperasikan 8.439 situs dengan 13.708 penyewaan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)