Toyota Alokasikan Investasi Rp6 Miliar Program QCC

Pelaksanaaan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) sudah di depan mata. Perdagangan bebas tentunya akan menciptakan persaingan yang semakin ketat, baik dalam penguasaan pasar domestik maupun pasar internasional. Salah satu faktor utama yang dapat dilakukan untuk dapat memenangkan pasar persaingan bebas adalah industri yang kuat.

Industri dan teknologi yang canggih dan kuat tidak akan berjalan baik tanpa adanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten. Sehingga dapat dikatakan bahwa bagi suatu industri, nilai inti dalam upaya meningkatkan daya saing ada dalam pembangunan sumber daya manusianya.

Pemikiran tersebutlah yang mendasari Toyota Indonesia untuk melakukan program pengembangan SDM untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam membangun SDM manufaktur yang berketerampilan tinggi. Toyota memegang teguh filososfi untuk mengembangkan karyawan sebelum mengembangkan produk.

Salah satu upaya yang dilakukan Toyota untuk mengembangkan SDM-nya adalah dengan melaksanakan Quality Control Circle (QCC) atau Gugus Kendali Mutu (GKM) yang berfungsi ganda sebagai wadah aktualisasi diri sekaligus memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan Toyota Indonesia untuk berperan serta aktif dalam pengembangan perusahaan.

Selama 25 tahun menyelenggarakan konvensi QCC bukanlah waktu yang sebentar. Tahun 2015 ini Toyota sudah melaksnakan QCC yang ke-33 kali dalam waktu 25 tahun. Menurut Warih Andang Thahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN, latar belakang munculnya aktivitas QCC adalah proses perbaikan di Toyota yang selalu berusaha memperkuat bottom-up ide, fokus pada perbaikan proses, serta partisipasi aktif dari setiap karyawan dalam proses perbaikan.

“Tujuan utama QCC adalah bagaimana perusahaan meningkatkan partisipasi karyawan untuk memperbaiki lingkungan kerjanya sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan dengan senang, mudah, dan ringan yang akan berdampak pada keselamatan kerja, produktivitas dan kualitas produk,” lanjut Warih.

Pelaksanaan QCC berupa pembuatan grup kecil yang terdiri dari karyawan pelaksana langsung pekerjaan yang secara kontinyu melakukan pengendalian dan perbaikan dari kualitas kerja, produk dan jasa mereka. Selain beroperasi secara mandiri, grup ini juga memanfaatkan konsep dan teknik kendali mutu (quality control) serta perbaikan perangkat kerja lainnya, menggali kreativitas anggota, serta mempromosikan pengembangan diri dan pengembangan tim.

20151212_111915-640x480Pelaksanaan QCC ini sesuai dengan tata nilai Toyota Ways yaitu respect dan continuous improvement. Respect ini erat kaitanya dengan pengembangan kerjasama dan saling menghargai keunikan setiap individu. Sedangkan continuous improvement dimanifestasikan dalam bentuk upaya yang tak kenal lelah untuk melakukan perbaikan walaupun hanya memiliki 1% peluang keberhasilan. Karena yang lebih dinilai disini adalah upaya yang dilakukan untuk pengembangan diri individu maupun tim.

Dampak positif dari pelaksanaan QCC ini adalah meningkatkan kapabilitas individu dan menjadikan individu sebagai bagian dari tim yang kuat, membentuk pola pikir engineer untuk melihat dan melakukan perbaikan yang kreatif dan inovatif serta menjadi sarana transfer keahlian dan keterampilan.

“Dalam pelaksanaan QCC di dalamnya mengandung unsur Kaizen yang merupakan suatu aktivitas yang sangat mendasar dan memiliki peran yang sangat penting dalam bisnis Toyota,” ungkap Hiroyuki Fukui, Presiden Direktur Toyota-Astra Motor (TAM). Kaizen merupakan mindset dan mindset itu ada  pada diri seseorang. “Orang yang memiliki mindset kaizen lah yang dapat melakukan perubahan. Kaizen ini juga dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari hal-hal yang kecil,” terang Siswijono, PD Menara Terus Makmur.

Kunci keberhasilan QCC terletak pada individu yang memiliki kemampuan, kesempatan dan kebanggaan atas perbaikan yang dilakukan. Di sinilah peran manajemen untuk selalu memberikan perhatian dan peningkatan kualitas individu, kecukupan sumber daya, dan memberikan penghargaan atas setiap prestasi perbaikan yang dihasilkan,” lanjut Fukui.

Untuk pelaksanaan QCC Toyota Indonesia tidak tanggung-tanggung dalam pengalokasian dana. Toyota mengalokasikan investasi sekitar Rp 6 M per tahun untuk program ini. Dana ini digunakan untuk memberikan apresiasi kepada para karyawan dengan ide terbaik, pelatihan, ekshibisi serta konvensi tingkat nasional maupun internasional. QCC di Toyota Indonesia telah menghasilkan lebih dari 990 grup tema per tahun, dan kurang lebih 15.000 ide individu perbaikan setiap bulannya.

Ke depan, Toyota berharap pelaksaaan QCC ini dapat dilakukaan di seluruh rantai pasok seperti pemasok lokal dan dealer. Sejak tahun 2002, sebagian pemasok lokal Toyota Indonesia yang tergabung dalam Toyota Manufacturers Club (TMClub) mengadakan Konvensi QCC yang sekarang disebut sebagai Kaizen Festival. Ke depannya, para pemasok lokal ini bermaksud untuk menyebarkan aktivitas QCC ke anggota-anggota lainnya serta secara aktif melakukan kegiatan studi banding baik di skala nasioal maupun global. “Kaizen festival haanyalah sebagai motivasi untuk karir para karyawan. Karena tanpa motivasi agak berat menanamkan mindset Kaizen,” tutup Siswijono. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)