Trans Studio Bandung Fokus Pasar Domestik

Tekad Presiden Joko Widodo untuk mendatangkan 20 juta wisatawan asing ke Indonesia tak serta-merta mengubah rencana bisnis Trans Studio Bandung. Kawasan wisata terpadu di Bandung ini, tepatnya di area Bandung Supermal, tetap fokus menggarap pasar domestik. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta adalah pasar potensial yang masih belum digarap optimal.

“Jumlah wisatawan mancanegara memang terus bertambah setiap tahun, tapi komposisinya masih kecil, di bawah 10% (dari total penduduk Indonesia),” kata GM Trans Studio Bandung, Nursyasan Ibrahim.

Untuk wisatawan domestik, lanjut dia, Trans Studio Bandung menyasar pengunjung yang berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Ketiga lokasi itulah yang paling dekat dengan Bandung meskipun komposisi pengunjung tersebar di seluruh Indonesia. Pihaknya punya beragam cara promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara. Strategi promosi dibagi ke dalam beberapa segmen pasar.

GM Trans Studio Bandung, Nursyasan Ibrahim GM Trans Studio Bandung, Nursyasan Ibrahim

Segmen pertama adalah kelompok edutainment (education and entertainment), mulai dari pelajar hingga mahasiswa. Dengan menggandeng beberapa agen perjalanan yang biasa membawa rombongan sekolah dan mahasiswa, Trans Studio Bandung menawarkan diskon tiket seharga Rp130 ribu per orang, sudah termasuk makan siang dan cash back untuk dana bantuan sekolah sebesar Rp10 ribu. Tarif tiket reguler adalah Rp170 ribu per orang.

“Kami punya keunggulan yaitu fokus di edukasi lewat Sains Center. Kami juga membuat modul yang bisa dipelajari lebih dulu sebelum mereka datang bermain ke Trans Studio Bandung. Pengunjung di segmen ini hampir mencakup separuh dari total pengunjung. Dalam setahun, total pengunjung mencapai 1,3 juta,” ujar wanita yang akrab disapa Syasan ini.

Trans Studio Bandung juga menyediakan paket serupa untuk kalangan perusahaan yang ingin membawa karyawannya liburan. Dalam paket tersebut telah disediakan venue, panggung, sound system khusus, yang bisa menampung hingga 5.000 orang. Perusahaan juga tak perlu repat menyiapkan tim kreatif dan event, termasuk urusan makanan dan minuman.

“Perusahaan tak perlu lagi menyewa EO (Event Organizer) untuk mengelola cara. Trans Studio memberi free venue plus pengisi acaranya. Biasanya acara hanya berlangsung 2-3 jam. Selebihnya mereka bisa santai di berbagai arena Trans Studio,” ujarnya.

Segmen terakhir adalah pengunjung umum (frequent individual traveler), dimana promosinya dilakukan melalui jaringan media di Trans Corp. Saat peak season ada empat kali waktu tayang promosi di Stasiun TV, disiarkan di beberapa radio partner, serta media cetak dan online. Trans Studio menyediakan tema-tema khusus di setiap musim liburan, ada juga konser musik sehingga pengunjung selalu menemukan hal baru saat berkunjung.

“Pada awal pembukaan, komposisi pengunjung umum bisa mencapai 60%. Sekarang sebaliknya, segmen korporat, grup, dan edutainment yang mencapai 60%,” katanya. (Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)