Trikomsel Semakin Agresif Garap Pasar Ritel Ponsel

Industri telekomunikasi sedang berada dalam masa jayanya. Berkembangnya teknologi komunikasi era baru membuat geliat pasar idustri ini begitu cepat bertumbuh. Demikian halnya di Indonesia, para early adopter tidak segan mengganti perangkat telekomunikasinya hanya dalam hitungan bulan. Ya, smartphone, tablet dan gadget canggih lainnya kini telah menjadi “fashion” yang wajib diperbaharui mengikuti trennya.

PT Trikomsel Tbk, juga merasakan dampak dari fenomena tersebut. Perusahaan yang menaungi dua peritel telekomunikasi modern yaitu PT Global Teleshop dan PT Oke Teleshop ini, berhasil membukukan pertumbuhan baik dari sisi pendapatan neto maupun laba bersih tahun berjalan. Selama tahun 2013, pendapatan neto Trikomsel tumbuh 8% atau sebesar Rp 778,87 miliar dari Rp 9,59 triliun di tahun 2012 menjadi Rp 10,37 triliun di tahun 2013. Sedangkan pada laba bersih (laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk) Trikomsel berhasil mencatat pertumbuhan yang signifikan yakni 31% atau sebesar Rp111,56 miliar dari Rp 367,27 miliar ditahun 2012 menjadi Rp 478,83 miliar di tahun 2013. Laba bersih per saham tahun 2013 meningkat 26% menjadi Rp 101 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 80 per saham dasar.

Menurut Presiden Direktur Trikomsel, Tbk, Sugiono Wiyono Sugialam, menjelaskan, penyumbang terbesar dari pendapatan tersebut adalah penjualan telepon selular “Tahun 2013 lalu penjualan telepon selular naik sekitar 65 % dibanding tahun sebelumnya” jelasnya. Tiga merek telepon selular yang memimpin pasar di Indonesia adalah Samsung di urutan pertama, kemudian Lenovo dan BlackBerry di urutan ketiga.

Trikomsel sendiri saat ini memiliki 998 outlet—gabungan dari Global Teleshop dan Oke Shop—tersebar di seluruh Indonesia.

Sugiono juga menungkapkan tiga langkah strategis PT Trikomsel, Tbk ke depan. Pertama, Trikomsel beremcana memperluas jaringan distribusi dan mengoptimalkan kualitas penjualan ritel dengan secara aktif melakukan review atas kinerja penjualan gerai yang ada “Kami menargetkan dalam tahun 2014 ini outlet bisa lebih dari 1.000 diseluruh Indonesia” ungkap Sugiono. Adapun outlet yang akan dibangun tersebut adalah toko Oke Shop dan Global Shop sekitar 30 toko, kemudian Android Land dan Momo Shop juga ditargetkan akan bertambah masing-masing diatas 10 gerai baru. Untuk mendukung rencana ini Trikomsel mengalokasikan Capex sebesar 10 juta US$ untuk tahun 2014.

Langkah kedua adalah melakukan diversifikasi portfolio produk yang dapat meningkatkan profitabilitas, dan ketiga adalah dengan terus membangun binis yang fokus kepada nilai tambah dari smartphone. “Fokusnya adalah pengembangan konten khususnya di area game, musik dan fotografi” jelas Sugiono. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)