Turnover Karyawan Blibli Hanya 1,5%

Blibli menawarkan beragam keuntungan kepada karyawannya. Skema kompensasi & benefit dan lainnya boleh dibilang cukup memuaskan. Itu terlihat dari angka turnover karyawan yang hanya 1,5%. “Angka ini relatif kecil apalagi melihat perkembangan industri e-commerce dan teknologi secara keseluruhan,” kata Kusumo Martanto, CEO Blibli.

Sistem penggajian mengacu pada penilaian/evaluasi beban kerja dari setiap posisi, kompetensi dari setiap individu yang ada di setiap posisi, serta performa yang ditunjukkan masing-masing individu. Evaluasi digelar setiap 6 bulan sekali.

Sehingga, terlihat perbedaan antara yang talent dan nontalent. Saat ini, untuk beberapa posisi tertentu, Blibli sedang mengembangkan penyesuaian kompensasi dengan sistem insentif yang bertingkat sesuai parameter kinerja.

Kusumo Martanto, CEO PT Global Digital Niaga.

Kusumo Martanto, CEO PT Global Digital Niaga (Blibli.com)

Karyawan Blibli juga mendapat tunjangan kesehatan berikut seluruh anggota keluarganya, di luar jaminan BPJS Kesehatan, baik yang mencakup rawat inap dan rawat jalan. Untuk mengurangi risiko sakit, perusahaan menawarkan makan siang gratis.

Untuk menghilangkan kepenatan, karyawan juga bisa memanfaatkan ruangan khusus untuk bersantai, meja ping-pong, game room (pool table, x-box, dan lainnya). Hingga, mengikuti kegiatan yang digelar komunitas untuk menyalurkan minat dan hobi yang dimilikinya.

“Blibli juga mendukung kegiatan yang menyehatkan seperti Yoga Night, Zumba Night dan lainnnya. Dari semua itu, anggaran kami untuk HR lebih tinggi dari rata-rata industri,” kata Kusumo.

Untuk meningkatkan akurasi pemberian kompensasi dan benefit, lanjut dia, Blibli juga tengah bersiap menggunakan big data analytics. Hal ini penting untuk meningkatkan keterikatan (engagement) dengan karyawan yang sebagian besar berusia muda dan tergolong generasi millenia. Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan juga menjadi nilai lebih Blibli.

“Dalam memikat dan mengikat karyawan yang multitalenta, yang paling penting adalah memberi pemahaman mengenai tujuan bisnis perusahaan. Ini juga mendukung pengembangan diri karyawan terkait dengan keahlian yang dimiliki, maupun untuk menyalurkan passion-nya,” kata dia.

Selain kesempatan pengembangan diri, menurut Kusumo, Blibli juga selalu memberi tantangan yang akan mendorong kemajuan karyawan dari sisi soft skill, termasuk management skill maupun technical skill. Kebijakan open-door, yakni bisa berdiskusi dengan siapa saja tanpa melihat jabatan juga membantu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Tidak Benar, Indosat Ooredoo Ambil Untung Dua Kali dari Penurunan Tarif Interkoneksi

Penurunan biaya interkoneksi memang menjadi perbincangan ramai saat ini. Masing-masing pihak memiliki argument kuat tentang itu. Kebijakan penurunan tariff interkoneksi...

Close