UKM Menjadi Perhatian Kalangan Perbankan Indonesia

Peran usaha kecil dan menengah (UKM) terhadap perekonomian bangsa tidaklah kecil. Dengan demikian, UKM harus terus didukung agar bisa semakin menjamur. Perhatian terhadap UKM pun ditunjukkan oleh APEC Business Advisory Council (ABAC), yang menyerukan agar para pemimpin APEC mendukung pengembangan UKM.

Selain UKM, para pemimpin negara APEC yang berkumpul pada perhelatan puncak APEC Leader Summit 2013 juga diharapkan bisa memperluas pertumbuhan perbankan maupun lembaga keuangan non-bank, termasuk venture capital dan lembaga penghimpun dana masyarakat lainnya, termasuk juga meningkatkan kerja sama antarbank, menetapkan standar tata kelola, serta kebijakan keuangan yang baik.

Demikian kira-kira inti pesan yang disampaikan Alternate Member APEC Business Advisory Council (ABAC) yang juga Direktur Utama Bank Negara Indonesia, Gatot M Suwondo, kepada para pemimpin negara peserta APEC di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10/2013).
ktt apec
“Kami dari sektor perbankan memberikan usulan kepada pemimpin APEC untuk meningkatkan peluang bagi UKM guna mendapatkan peluang dari pengembangan dan penerapan teknologi informasi melalui penyederhanaan hukum dan peraturan,” kata Gatot.

Menurut Gatot, keberadaan UKM sangat diperlukan untuk menopang ketahanan ekonomi setiap negara dari krisis. Hal ini sesuai dengan tema APEC CEO Summit Indonesia 2013, yaitu Towards Resilience and Growth: Reshaping Priorities for Global Economy. Karena itu, ABAC mendesak seluruh negara APEC untuk lebih mendukung pengembangan UKM.

Diharapkan negara-negara APEC dapat membuat kebijakan yang mampu meningkatkan jiwa entrepreneurship, menumbuhkan bisnis-bisnis baru, serta mendorong inovasi berbagai bisnis. “Negara APEC juga harus mendorong penggunaan perangkat teknologi seperti internet untuk meningkatkan akses UKM ke pasar internasional,” imbuh dia.

Selain membahas tentang perlunya pengembangan UKM, negara-negara APEC juga dipandang perlu mengembangkan program inklusi finansial dan financial literacy, antara lain melalui program branchless banking. “Perbankan harus menjadi motor penggerak inklusi keuangan (keuangan untuk semua) untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan melalui program sosialisasi dan edukasi masyarakat terhadap layanan perbankan, melakukan sinergi antarbank dan antarlembaga keuangan mikro dengan lembaga non-keuangan, termasuk asosiasi dan komunitas dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk berhubungan dengan lembaga keuangan formal," jelas Gatot.

Rekomendasi yang disampaikan Gatot merupakan hasil Sustainable
Development Working Group pada pertemuan ABAC yang berlangsung beberapa hari sebelum APEC Leader Summit 2013, yaitu pada 1-5 Oktober 2013. Pertemuan ini merumuskan rencana kerja perlunya melibatkan sektor swasta dan pemerintah (termasuk BUMN) dalam kegiatan ekonomi dan urgensi pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten.

“Kami siap untuk dilibatkan dalam meningkatkan kegiatan ekonomi dan sebagai agent of development, berpartisipasi dan mendukung pemerintah untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Bahkan guna meningkatkan layanan yang prima didukung oleh human capital yang berkompeten, kami telah melakukan transformasi bisnis dengan membagi fokus layanan pada sektor consumer banking dan business banking dengan harapan dapat memberikan layanan lebih tepat dan cepat,“ pungkas Gatot. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)