UMKM Berperan Penting Membangun Ekonomi Nasional

Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian nasional. Seperti yang diketahui, hal ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi lokal yang juga tidak stabil. Saat ini, Jepang dan Eropa masih disibukkan dengan tekanan deflasi, sementara Amerika sudah mulai menegaskan pemulihan ekonominya. Namun di saat yang sama, Tiongkok sebagai mitra dagang juga menunjukkan perlambatan secara berlanjut.

Muliaman-D-Hadad-580x333Berbagai respon yang diberikan oleh negara tersebut tujuannya untuk memulihkan situasi ekonomi negara yang bersangkutan. Imbasnya adalah timbul dinamika baru di pasar keuangan serta memberikan tekanan signifikan pada pasar keuangan di emerging market.

Berkaca pada krisis yang terjadi pada 2008 silam, banyak otoritas menyalurkan stimulus guna mencegah buruknya ekonomi masing masing negara. Stimulus tersebut mengalir pada keuangan di emerging market yang berdampak pada melesatnya obligasi , indeks saham serta tingkat konsumsi masyarakat tanpa dibarengi dengan produksi domestik. Berangkat dari hal tersebut ada dua hal yang diprioritaskan oleh OJK antara lain UMKM serta pemanfaatan sektor jasa keuangan sebagai lokomotif perekonomian nasional.

UMKM memang perlu menjadi prioritas. Jika dilihat dari krisis 1998, sektor ini merupakan sektor yang berkontribusi dalam pemulihan ekonomi. Upaya yang dilakukan antara lain adalah pemberdayaan UMKM serta usaha pemula sehingga nantinya akan berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja.

"Saya percaya dengan kontribusi UMKM sebesar 60% dari PDB serta menyerap tenaga kerja hingga 97%. Upaya ini juga otomatis mendorong peningkatan basis produksi dalam negeri," ujar Muliaman, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi juga memerlukan penguatan ekonomi daerah. Upaya tersebut dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur serta meningkatkan kapasitas administrasi daerah dalam rangka meningkatkan iklim usaha yang lebih kondusif. Oleh sebab itu diperlukan dukungan melalui percepatan akses keuangan daerah.

" Program percepatan akses keuangan daerah perlu menjadi prioritas. Seluruh elemen mulai dari pemerintah daerah, serta instansi yang bersangkutan harus mencari terobosan untuk membuka akses keuangan yang lebih efektif serta mendukung kegiatan produktif," tambah Muliaman.

Dengan melakukan dukungan pada UMKM serta diiringi oleh pendanaan yang mendukung, Muliaman berharap ekonomi akan berjalan dengan lebih stabil dan merata. "Harapan ini sejalan dengan keinginan pemerintah, yang mengarahkan ekonomi daerah untuk menjadi fondasi guna menopang ekonomi nasional," tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)